Ilustrasi Saham (Foto: Dok Istimewa)
MONITOR, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih menguat pada awal perdagangan di Bursa Efek Indonesia atau BEI, Senin, (4/1).
Melansir data Radient Technologies Inc (RTI), pada pukul 09.04 WIB, IHSG berada pada level 5.992,8 atau naik 13,8 poin(0,23 persen) dibanding penutupan sebelumnya di level 5.979,0.
Sebanyak 210 saham melaju di zona hijau dan 103 saham di zona merah. Sedangkan 178 saham lainnya stagnan.
Nafan Aji Analis Binaartha Sekuritas dalam risetnya menjelaskan, pergerakan IHSG hari ini berdasarkan indikator MACD masih menunjukkan sinyal positif meskipun telah menunjukkan pola deadcross.
“Sementara itu, stochastic maupun RSI bergerak ke bawah di area netral,” ujarnya.
Meskipun demikian, pergerakan IHSG hari ini telah menguji garis MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan menuju ke level resistance terdekat masih terbuka lebar. Nafan mengatakan, IHSG hari ini berdasarkan rasio fibonacci akan berada di kisaran support maupun resistance pada area 5.874,89 hingga 6.157,11.
Adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain sebagai berikut:
Ace Hardware (ACES), Agung Podomoro (APLN), Bank Central Asia (BBCA), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Bank CIMB Niaga (BNGA), Charoen Pokphand Indonesia (CPIN), HM Sampoerna (HMSP), Indofood Sukses Makmur (INDF), Indah Kiat Pulp and Paper (INKP), PP Presisi (PPRE), Pakuwon Jati (PWON).
MONITOR, Jakarta - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) harus dicegah sebelum meluas, bukan baru ditangani…
MONITOR, Jakarta - Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK) meminta DPR dan pemerintah tidak membiarkan polemik pemakzulan…
MONITOR, Jakarta - Indonesia memiliki potensi ekonomi kelautan yang diperkirakan mencapai 1,4 triliun dolar AS…
MONITOR, Jakarta - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyampaikan apresiasi kepada seluruh Aparatur Sipil Negara…
MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk berhasil meraih peringkat 10 dalam ajang Danantara…
MONITOR, Jakarta - Integrasi tata kelola syariah dan model bisnis hibrida menjadi kunci keberlanjutan wakaf…