Refleksi 2020, Pengamat: TNI Tunjukkan Dharma Bhakti yang Luar Biasa

“Tidak hanya para tenaga medis, tapi hampir seluruh prajurit TNI juga bertugas menangani Covid-19”

Puluhan prajurit TNI dari Yonif MR 411/PDW Kostrad melakukan konvoi mengendarai sepeda motor membagikan sembako kepada warga kurang mampu di wilayah Kota Salatiga dan Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Minggu (25/10/2020). (Yonif MR 411/PDW)

MONITOR, Jakarta – Pengamat Militer dan Intelijen, Susaningtyas Kertopati, mengungkapkan bahwa di 2020 ini, peran TNI lebih banyak ditunjukkan dalam menangani pandemi Virus Corona atau Covid-19.

Menurut wanita yang akrab disapa Nuning itu, peringatan Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) di awal 2020 lalu menjadi landasan berbagai inisiatif TNI untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.

“Peran penting para tenaga medis dan satuan kesehatan TNI berikut rumah sakit TNI menunjukkan dharma bhakti yang luar biasa. Tidak hanya para tenaga medis, tapi hampir seluruh prajurit TNI juga bertugas melaksanakan kebijakan pemerintah untuk menerapkan Protokol Kesehatan menangani Covid-19,” ungkapnya kepada MONITOR, Jakarta, Kamis (31/12/2020).

Namun, Nuning mengatakan, meski sibuk menangani Covid-19, TNI juga tetap melaksanakan tugas utamanya menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik (NKRI).

“Patroli darat, laut dan udara tetap dilaksanakan oleh satuan-satuan operasional TNI. Latihan militer tingkat satuan sampai tingkat divisi juga tetap dilaksanakan. Selain tugas pokoknya, TNI juga banyak melaksanakan pengabdian kepada masyarakat untuk meringankan beban sosial akibat Covid-19,” katanya.

Dosen Universitas Pertahanan itu menilai, memasuki 2021 tentunya tugas TNI tidak lebih ringan. Pasalnya, prediksi WHO soal adanya kemungkinan serangan Covid-19 gelombang kedua menjadi pertimbangan utama bagi Cilangkap, Markas Besar TNI.

“Berbagai prosedur tetap di lingkungan TNI telah direvisi dan dimodifikasi untuk menerapkan Protokol Kesehatan ke dalam setiap kegiatan harian di lingkungan TNI. Kementerian Pertahanan juga telah memberikan instruksi dan pedoman bagi TNI dalam melaksanakan tugas pokoknya,” ujar Nuning.

Nuning menilai, saat ini patut dipertimbangkan pembentukan Komponen Cadangan di 2021 agar lebih tangguh dalam menangani Covid-19. Komponen Cadangan dapat dikerahkan untuk membantu pemerintah daerah dalam menangani korban Covid-19. Komponen Cadangan juga dapat dikerahkan untuk mewujudkan kemandirian pangan di Indonesia.

“Indonesia harus mampu menghasilkan produk pangan dalam negeri karena impor pangan dari luar negeri juga dikhawatirkan terinfeksi Covid-19.

Komponen Cadangan adalah jawaban yang tepat dalam mengatasi Covid-19 secara nyata,” ungkapnya.

Di samping itu, Nuning menyampaikan, sinergi TNI dengan Polri juga menjadi catatan penting di 2020 ini dan harapan di 2021 mendatang. Menurut Nuning, dalam dua tahun terakhir ini, sinergi TNI dan Polri menunjukkan kontribusi atas stabilitas keamanan dalam negeri.

“Tidak saja ketika mengawal Pilpres 2019 hingga Pilkada 2020 namun juga saat harus menangani berbagai demo. Bahkan ketika ormas tertentu menunjukkan pembangkangan, maka sinergi TNI dan Polri menunjukkan jati diri sebagai alat negara mengamankan kebijakan pemerintah,” ujarnya.