FPI Dilarang Beroperasi, Fahri Kecewa Mahfud MD Tutup Ruang Dialog

Politikus Partai Gelora Indonesia dan Mantan Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah (ist)

MONITOR, Jakarta – Ormas Front Pembela Islam (FPI) sudah dilarang melakukan kegiatannya. Secara tidak langsung, ormas yang kerap memberangus kemaksiatan ini dibubarkan.

Politikus senior Fahri Hamzah mengaku sangat menyayangkan dengan tindakan pemerintah melarang FPI beroperasi. Kekecewaan itu dia tujukan terutama Menko Polhukam, Mahfud MD.

“Pak Prof Mahfud MD yth, seperti bapak, hampir semua yang berdiri di samping dan belakang bapak saat mengumumkan sebuah organisasi massa sebagai organisasi terlarang adalah para doktor dan guru besar. Sebuah pertanda bahwa keputusan ini adalah karya orang-orang pintar,” ujar Fahri, dalam surat terbukanya kepada Mahfud, Rabu (30/12) malam.

Ia kecewa keputusan tersebut tidak melibatkan ruang dialog dan diskusi secara terbuka. Sebagaimana yang dia dengar, Mahfud MD dalam konferensi pers tersebut mengumumkan pelarangan operasi FPI tanpa disertai hak diskusi.

“Tapi, sayang sekali, kalimat bapak di depan para jurnalis adalah “demikianlah keputusan pemerintah, silahkan disiarkan, dan tidak ada tanya jawab”. Sayang sekali, orang-orang pintar itu tidak membuka ruang diskusi. Seolah kami semua sebagai rakyat pasti mengerti,” cetus Waketum DPP Gelora Indonesia ini.

Fahri sungguh menyayangkan sikap pemerintah yang anti dialog terbuka, padahal baginya para pemegang kekuasaan merupakan kalangan akademisi.

“Sayang sekali, gesture orang-orang pintar tidak gemar membuka dialog. Sayang sekali karena kekuasaan dianggap lebih penting dari ilmu pengetahuan. Percayalah pak prof, ilmulah yang punya masa depan, kekuasaan tidak pernah bisa bertahan. Seharusnya dialog adalah jalan kita,” tandas Fahri.