Resmikan Korem dan Brigif, Pangdam Kasuari: Tantangan Tugas Tidaklah Ringan

“Karena Provinsi Papua Barat merupakan daerah yang rawan terjadi konflik sosial dan komunal”

Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa, saat meresmikan Korem 182/JO dan Brigif 26/GP di aula Makodam XVIII/Kasuari, Trikora Arfai 1, Manokwari, Papua Barat, Selasa (29/12/2020). (Pendam XVIII/Kasuari)

MONITOR, Manokwari – Panglima Kodam (Pangdam) XVIII/Kasuari, Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa, meresmikan Korem 182/Jazira Onim (JO) dan Brigif 26/Gurana Piarawaimo (GP) di aula Makodam XVIII/Kasuari, Trikora Arfai 1, Manokwari, Papua Barat, Selasa (29/12/2020).

Cantiasa mengungkapkan, sejalan dengan rencana strategis penataan organisasi Kodam XVIII/Kasuari 2020-2024, maka diresmikan satuan baru setingkat Korem dan Brigade yaitu Korem 182/JO dan Brigif 26/GP guna melengkapi gelar kekuatan jajaran satuan teritorial dan satuan manuver Kodam XVIII/Kasuari.

Hal itu, menurut Cantiasa, berdasarkan pada Peraturan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa nomor Kep/352/IV/2020 tertanggal 23 April 2020 tentang penataan satuan dan pembentukan satuan baru jajaran TNI AD.

Cantiasa menjelaskan, peresmian operasional Korem 182/JO dan Brigade 26/GP sebagai jawaban dari kebutuhan organisasi guna mendukung kesiapan operasional Kodam XVIII/Kasuari dalam rangka pengembangan organisasi Kodam, baik sebagai Kotama Pembinaan maupun Kotama Operasi, dihadapkan dengan kondisi geografis wilayah Papua Barat yang luas dan kompleksitas permasalahannya, sehingga membutuhkan Komando Pengendalian (Kodal) yang efektif dan efisien. 

“Selain itu, tantangan tugas Kodam XVIII/Kasuari tidaklah ringan, karena Provinsi Papua Barat merupakan daerah yang rawan terjadi konflik sosial dan komunal, juga masih adanya ancaman nyata separatisme, baik dari Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) maupun separatis politik yang senantiasa berupaya mengganggu stabilitas keamanan di wilayah Papua Barat, melalui aksi-aksi dari front politik, klandestein, dan front bersenjata yang mereka miliki,” ungkapnya kepada MONITOR dalam keterangan tertulis, Jakarta, Selasa (29/12/2020).

Setelah diresmikannya Korem 182/JO, maka dilakukan alih Kodal beberapa satuan dari jajaran Korem 181/Praja Vira Tama (PVT), yakni delapan Kodim yakni tiga Kodim baru yang ada di dalamnya, tiga diantaranya dialihkodalkan ke Korem 182/JO sehingga terbentuk komposisi satuan jajaran Korem yang baru, yaitu Korem 181/PVT membawahi lima Kodim (Kodim 1802/Sorong, Kodim 1805/Raja Ampat, Kodim 1807/Sorong Selatan (Sorsel), Kodim 1809/Maybrat, Kodim 1810/Tambrauw).

Adapun Korem 182/JO akan membawahi empat Kodim, yakni tiga Kodim hasil Alih Kodal dari Korem 181/PVT (Kodim 1803/Fakfak, Kodim 1804/Kaimana, Kodim 1806/Teluk Bintuni) dan satu Kodim bentukan baru yaitu Kodim 1808/Manokwari Selatan (Mansel).

Di bagian lain, dengan terbentuknya Brigif 26/GP, maka dilakukan alih Kodal ke satuan ini, yakni Yonif 764/Iamba Baua (dari Kodam XVIII/Kasuari ke Brigif 26/GP), Yonif Raider Khusus 762/Vira Yudha Sakti (dari Korem 181/Praja Vira Tama ke Brigif 26/GP) dan satuan bentukan baru Yonif 763/Sanetia Buerama Amor (SBA) ke Brigif 26/GP.

Cantiasa berharap, dengan terbentuknya satuan baru tersebut akan dapat meningkatkan kemampuan satuan kewilayahan dalam melaksanakan pembinaan teritorial dan satuan manuver Kodam XVIII/Kasuari dalam menghadapi berbagai tantangan tugas ke depan, menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua Barat.

Di sisi lain, lanjut Cantiasa, pengembangan satuan baru tersebut diharapkan akan membawa dampak positif dalam hal pembangunan aspek kesejahteraan bagi segenap masyarakat di wilayah Papua Barat.

“Atas nama pribadi dan komando, saya mengucapkan terima kasih kepada Danrem 181/Praja Vira Tama yang telah berhasil membawa, membina dan mengawasi Kodim-Kodim atau satuan Batalyon manuver untuk dialihkodalkan ke Korem 182/JO,” ujarnya.

Dengan adanya satuan tersebut, Cantiasa juga berharap beban kerja masing-masing Danrem dan Komandan Satuan (Dansat) akan terbagi, sehingga akan menjadi lebih fokus dan maksimal dalam bekerja. Dengan ketiga satuan tempur yakni Yonif RK 762, 763 dan 764 yang akan menjadi satuan jajaran Brigif 26/GP itu, pihaknya akan melatih mereka agar lebih fokus, baik dalam Pembinaan Satuan, Pembinaan Latihan dan Operasi, Pembinaan Pangkalan, Pembinaan Personel, Pembinaan Materiil serta Pembinaan Kewilayahan.

“Saya juga ucapkan selamat kepada pejabat yang baru. Segera buat langkah strategis untuk merancang prajurit agar menjadi prajurit profesional sebagaimana misi saya yaitu menjadikan Prajurit Kodam XVIII/Kasuari yang profesional, dicintai rakyat dan mampu dalam bertugas menjaga stabilitas keamanan, serta melaksanakan Pembinaan Teritorial dalam rangka mendukung tugas pokok TNI AD,” katanya.

Cantiasa juga berpesan kepada para Dansat agar segera melakukan penataan organisasi dan mekanisme kerja di lingkungan satuannya guna kesiapan operasional satuan. Ikut mengawasi penyiapan dan penataan pangkalan dan perkantoran yang saat ini sedang dalam proses penyelesaian pembangunannya, agar dapat digunakan pada waktunya. Selalu melaksanakan komunikasi dan koordinasi dengan para pejabat daerah guna mendukung dan memperlancar tugas-tugas di wilayah masing-masing. 

“Bangun tradisi satuan guna memelihara moril dan jiwa korsa serta kebanggaan satuan di jajaran kalian, seperti yang sudah sering saya sampaikan bahwa tradisi adalah sesuatu yang sudah diuji kebenarannya,” ungkapnya.

“Tetap perhatikan dan tegakkan protokol kesehatan Covid-19 dalam setiap pelaksanaan tugas di era pandemi virus Covid-19 saat ini guna menjaga kesehatan Prajurit. Saya ingatkan lagi agar kita tidak lengah dengan Covid-19 ini, yaitu dengan tetap menjaga kesehatan,” ujar Cantiasa menambahkan.