Polri Diminta Tangkap Pelaku Parodi Lagu Indonesia Raya

Kapolri, Jenderal Pol Idham Azis, saat rapat bersama Komisi III DPR RI, Jakarta. (Media Indonesia/Mohamad Irfan)

MONITOR, Jakarta – Sebuah lagu Indonesia Raya dibuat parodi oleh akun MY Asean dan diunggah di YouTube. Titik masalahnya, lagu kebangsaan tersebut diubah aransement dan liriknya.

Video berdurasi 1,31 menit tersebut diunggah sekitar 2 pekan lalu oleh akun berlogo bendera Malaysia. Dalam video itu, terdengar lirik lagu diawali dengan suara ayam berkokok.

Terkait polemik ini, Direktur Eksekutif Sudut Demokrasi Research and Analysis (SUDRA) Fadhli Harahab mendesak aparat kepolisian Indonesia dan Kementerian Luar Negeri segera menyelidiki dan menangkap pelaku parodi lagu Indonesia Raya tersebut.

Menurutnya aksi parodi tersebut jelas merupakan penghinaan terhadap simbol negara dan lagu Indonesia raya.

“Polri harus segera menyelidiki pelecehan tersebut. Kalau pelakunya di Malaysia, tentu Polri melalai interpolnya mendorong agar pihak berwajib di sana menangkap pelaku,” ujarnya, Senin (28/12/2020)

Analis politik asal UIN Jakarta itu mengaku heran ada orang Malaysia hapal betul lagu kebangsaan Indonesia raya berikut simbol negara RI yang kemudian diparodikan. Tentu ini menjadi pertanyaan.

“Itu (dikhawatirkan) orang Indonesia di Malaysia. Hapal betul dia lagu dan simbol Garuda Pancasila. WNI kan banyak di sana. Tapi semoga saja bukan ya,” kata Fadhli.

Dia meyakini ada orang atau kelompok tertentu yang tidak senang dengan kondisi terkini di tanah air, sehingga mengeksperesikannya melalui parodi yang melecehkan.

“Tujuannya jelas provatif, mengadu domba. Aku pikir ini erat kaitan dengan kondisi dan situasi tanah air terkini, terkait kebijakan pemerintah yang bisa jadi merugikan individu atau kelompok tertentu,” terangnya.