MEGAPOLITAN

Pejabat Jakut Diminta Tangani Kisruh Kepengurusan RW di Permata Ancol

MONITOR, Jakarta – Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Chotibi Achyar, meminta Lurah dan Camat Pademangan untuk turun tangan dalam menyelesaikan persoalan kisruh kepengurusan Rukun Warga (RW) 016 di Komplek Rukan Permata Ancol, Pademangan Barat, Jakarta Utara.

“Saya harap, lurah atau camat disana jangan diam saja. Bila perlu Wali Kota Jakarta Utara Sigit Wijatmoko juga turun tangan dalam mengatasi kisruh pengelolaan organisasi wilayah antara RW dan Perhimpunan Pemilik Penghuni dan Warga komplek rukan permata Ancol

(PPW Komper Ancol) RW 016,” ungkapnya kepada wartawan, Jakarta, Senin (28/12/2020).

Menurut pria yang akrab dipanggil Haji Beceng itu, persoalan kisruhnya kepengurusan RW 16 di Komplek Permata Ancol sudah berlarut-larut. Untuk itu, harus ada sikap tegas dari lurah dan camat setempat apabila internal warga tidak bisa menyelesaikan masalahnya.

“Kisruh ini kan terjadi sejak 2018 lalu. Nah sekarang Ketua RW-nya dijabat oleh caretaker. Maksud saya harusnya lurah atau camat bisa membimbing warga disana untuk melakukan pemilihan ulang Ketua RW lagi,” ujarnya.

Terpisah, Purwanto, yang warga setempat mengatakan bahwa saat ini memang ada dualisme kepengurusan sebagai buntut dari perseteruan dalam proses pemilihan Ketua RW 016 pada 2018 lalu antara PPW dan RW.

“Dan anehnya lagi RW sebagai lembaga resmi yang diakui negara bisa dikalahkan oleh PPW yang tidak dikenal dalam struktur resmi sistem pemerintahan kelurahan,” katanya.

Akibat kisruh tersebut, lanjut Purwanto, saat ini RW 016 dijabat oleh caretaker RW dimana Ketua RW yang sebelumnya mengundurkan diri.

“Saat ini Ketua RW caretaker dipegang Lurah. Udah terlalu lama, satu tahun berjalan masa belum ada pemilihan Ketua RW yang baru,” ungkapnya.

Purwanto berharap, situasi ini menjadi perhatian serius jajaran Pemerintah Kota Jakarta Utara.

“Kami berharap agar Wali Kota Jakarta Utara memediasi permasalahan ini, sehingga berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku,” ujarnya.

Purwanto juga mengaku akan membawa permasalahan ini ke Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan apabila Wali Kota Jakarta Utara tidak meresponnya.

“Kami akan minta waktu audiensi dengan Gubernur atau Wakil Gubernur terkait masalah ini,” katanya.

Recent Posts

Kementerian UMKM Perkuat Ekosistem Laundry melalui Pemetaan Usaha

MONITOR, Jakarta - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurahman mendorong pengusaha dan…

3 jam yang lalu

Kemenag Rp80,2 Miliar untuk Pulihkan Sarpras 902 Pesantren di Aceh

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama menyiapkan bantuan Rp80,215 miliar untuk pemulihan sarana dan prasarana pascabencana…

4 jam yang lalu

Kemenhaj Kawal 282 Jemaah Umrah PT AAT, Keberangkatan Dijadwalkan Bertahap Mulai 15 September

MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI terus memperkuat pengawasan dan pelindungan terhadap…

4 jam yang lalu

Kemnaker: Pekerja Perlu Pahami Hak dan Kewajiban Sebelum Menandatangani Perjanjian Kerja

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan mengingatkan pekerja untuk memahami hak dan kewajiban serta mencermati isi…

4 jam yang lalu

Menag: MTQ Nasional Punya Makna Sosial dan Kebangsaan yang Sangat Besar

MONITOR, Semarang - Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI di Semarang dibuka oleh Menko Bidang…

6 jam yang lalu

Dari Teh hingga Agrowisata, Dana Bergulir LPDB Perkuat Bisnis Puskopkar PTPN VIII

MONITOR, Jakarta - Pusat Koperasi Karyawan (Puskopkar) PTPN VIII terus memperluas lini bisnis untuk memperkuat…

1 hari yang lalu