Dibalik Reshuffle Menteri, Pengamat: Jokowi Jaring Capres Potensial 2024

Presiden Joko Widodo/ dok: Instagram

MONITOR, Jakarta – Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin resmi melantik sejumlah menteri dan wakil menteri dalam reshuffle kabinet Indonesia maju, Rabu (23/12) lalu. Adapun menteri-menteri tersebut yaitu, Wahyu Sakti Trenggono (MenKP), Sandiaga Uno (Menparekraf), Budi Gunadi (Menkes), Tri Rismaharini (Mensos), Yaqut Cholil Qoumas (Menag) dan M. Lutfi (Mendag).

Direktur Eksekutif Sudut Demokrasi Research and Analysis (SUDRA) Fadhli Harahab mengatakan, konteks regenerasi kepemimpinan ke depan, Jokowi telah mempersiapkan beberapa kandidat calon presiden dan wakil presiden di 2024 melalui wajah Kabinet di periode kedua ini.

Menurutnya, reshuffle menjadi momen bagi Jokowi melakukan rekonsiliasi sekaligus memunculkan nama-nama potensial di 2024.

“Sadar atau tidak, Presiden Jokowi sepertinya telah mendesain siapa yang bakal meneruskan visi-misinya kedepan,” ujar Fadhli, Jumat (25/12/2020).

Analis sosial politik asal UIN Jakarta itu mengungkapkan setidaknya ada enam atau tujuh orang menterinya yang terjaring survei sebagai kandidat potensial di Pilpres 2024 mendatang.

Hal itulah yang memunculkan analisa bahwa Jokowi tidak hanya mempersiapkan estafet untuk hari ini saja tetapi untuk selanjutnya.

“Ya bisa saja presiden meyakini ada visi misinya yang tidak akan terwujud di masanya, dan itu perlu diteruskan di masa selanjutnya,” papar Fadhli.

Karenanya, Fadhli meyakini Presiden Jokowi akan ikut andil dalam proses regenerasi kepemimpinan di Pilpres mendatang. Dia mengatakan Jokowi bisa menjadi ‘king maker’ di samping tokoh-tokoh lainnya.

“Biasanya king maker itu ketum partai besar. Pilpres nanti Jokowi bisa jadi king makernya. Atau setidaknya beliau bisa dipercaya Bu Mega (Ketum PDI Perjuangan) untuk mencari figur yang layak menggantikan beliau setelah paripurna dari tugasnya” pungkas Fadhli.