Peringati Tiga Momen Sekaligus, Kodam Kasuari Gelar Karbak di Dua Pulau Ini

Tiga momen itu adalah Hari Juang TNI AD, HUT ke-4 Kodam XVIII/Kasuari dan Bulan Kasih Papua Barat.

Prajurit Kodam XVIII/Kasuari saat memakaikan atribut Natal kepada warga Papua Barat. (Pendam XVIII/Kasuari)

MONITOR, Manokwari – Memperingati Hari Juang TNI AD, HUT ke-4 Kodam XVIII/Kasuari dan Bulan Kasih Papua Barat yang seluruhnya berlangsung di Desember 2020, kali ini Kodam XVIII/Kasuari mengadakan karya bakti (karbak) di dua pulau yang ada di Manokwari.

Karbak yang digelar pada Senin (21/12/2020) itu berupa aksi bersih-bersih dan bagi-bagi bingkisan serta sembako di dua pulau yang berada di Kabupaten Manokwari, Papua Barat, yakni Pulau Mansinam dan Pulau Raimuti.

Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa, mengungkapkan bahwa Pulau Mansiman merupakan tempat spiritual yang luar biasa karena di pulau inilah Injil pertama kali turun di tanah Papua dan menyebar hingga seluruh pelosok pulau.

Terkait hal itu, Cantiasa pun mengajak semua pihak untuk bersama-sama saling membantu membersihkan dan merawat tempat ibadah umat Kristiani yang ada di pulau tersebut, karena pada prinsipnya tempat ibadah adalah rumah Tuhan, yang merupakan singgasana-Nya. 

“Di Pulau Mansinam ini adalah pertama kali Injil turun. Sejak saya dinas di tanah Papua ini, saya berusaha untuk membaca sejarah tanah Papua dan ternyata luar biasa sekali, bahwa peradaban manusia di tanah Papua ini turunnya dari Pulau Mansinam, yang sesuai catatan sejarah dibawa oleh Pendeta Carl Willem Ottow dan Johann Gottlob Geissler pada 5 Februari 1855,” ungkapnya dalam keterangan tertulis yang diterima MONITOR, Jakarta, Rabu (23/12/2020).

“Agama diturunkan kepada manusia agar manusia bersikap damai, rasa kasih dan itulah salah satu tujuannya, baik agama Kristen, Islam, Hindu maupun Budha, semuanya adalah dalam rangka bagaimana kita hidup lebih baik,” ujar Cantiasa melanjutkan.

Dengan pertama kali injil turun di Pulau Mansinam dan kemudian menyebar di tanah Papua itu, menurut Cantiasa, membuat masyarakat Papua menjadi lebih baik lagi dengan lebih mengerti bagaimana rasa kasih sayang.

Selain itu, Cantiasa mengatakan, masyarakat Papua juga dapat mengerti bagaimana rasanya saling menyayangi antar sesama, dengan tidak saling menyakiti, memfitnah dengan menjaga kedamaian, karena kedamaian harus diciptakan oleh manusia itu sendiri.

“Untuk itu, hari ini kita semua melaksanakan karya bakti dalam rangka merapikan tempat ini, karena nanti tanggal 25 Desember kita semua akan merayakan Natal dan saya secara pribadi dan atas nama Kodam XVIII/Kasuari mengucapkan Selamat Hari Natal dan Tahun Baru 2021. Semoga ke depan hidup kita bisa lebih baik, mendapatkan rezeki yang lebih banyak, sukses dan kita bisa menata masa depan bisa lebih baik lagi dari sebelumnya. Kita punya anak-anak di sini, masa depannya bisa lebih baik lagi,” katanya.

Cantiasa menyampaikan, pahlawan-pahlawan nasional banyak yang berasal dari tanah Papua, diantaranya Silas Papare, Marthen Indey dan Frans Kaisiepo.

“Jadi para leluhur kita sudah berjuang untuk mempertahankan tanah Papua ini sampai dengan kita merdeka saat ini,” ungkapnya.

Di samping itu, Cantiasa menuturkan, Kodam XVIII/Kasuari juga telah melaksanakan program 1.000 Bintara Otonomi Khusus (Otsus) untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia di tanah Papua.

“TNI dilahirkan untuk menjadikan solusi, karena tentara berasal dari rakyat dan bekerja untuk rakyat. Jadi mari kita terus membangun, mari kita songsong masa depan kita agar lebih baik lagi, dan jangan terpengaruh dengan orang yang banyak memberikan janji-janji. Saya juga berharap kepada masyarakat agar sama-sama membangun tanah Papua Barat ini agar menjadi lebih baik lagi,” ujarnya.

“Terakhir, di masa pandemi Covid-19 ini saya juga berharap agar kita semua tetap menjaga kesehatan. Jangan begadang, usahakan tidur yang cukup, makan makanan yang bergizi yang disediakan alam, olahraga yang cukup dan yang paling terakhir adalah dengan mengikuti dan mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan Pemerintah RI, dengan menjalankan 3M, yaitu memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak,” katanya.

Sekadar informasi, karbak berupa bersih-bersih di Pulau Mansiman sudah dilaksanakan sejak seminggu lalu, sehingga Cantiasa melakukan pengecekan hasil karbak tersebut dan selanjutnya membagikan bingkisan dan sembako sebanyak 170 paket yang diberikan kepada masyarakat yang berdomisili di sana.

Adapun di Pulau Raimuti, karena pulau tersebut tidak berpenghuni namun menjadi objek wisata, maka di sana dilakukan pembersihan dari sampah-sampah alam maupun sampah buangan dari pengunjung pulau serta ditanam 200 pohon mangrove oleh para Prajurit dari Kodam XVIII/Kasuari dan Yonif 761/Kibibor Akinting.