Enam Laskar FPI Tewas, Jokowi: Hukum Harus Dipatuhi dan Ditegakkan

Presiden RI Joko Widodo

MONITOR, Jakarta – Presiden Joko Widodo akhirnya menangapi peristiwa pembunuhan empat warga Sigi, Sulawesi Tengah, dan enam anggota laskar Front Pembela Islam yang tewas di tangan aparat kepolisian.

Jokowi mengakui dua kasus tersebut mencuat disaat pemerintah sibuk mengatasi penanganan pandemi Covid-19. Ia menghendaki agar aparatur melindungi masyarakat dan menegakkan hukum sebaik-baiknya.

“Saudara-saudara sebangsa dan setanah air. Indonesia adalah negara hukum. Hukum harus dipatuhi dan ditegakkan untuk melindungi kepentingan masyarakat, melindungi kepentingan bangsa dan negara. Maka, sudah merupakan kewajiban aparat penegak hukum untuk menegakkan hukum secara tegas dan adil,” kata Jokowi melalui unggahan video yang diposting BPMI Setpres, Minggu (13/12).

Kendati demikian, ia menyatakan bahwa aparat penegak hukum dalam menjalankan tugasnya juga dilindungi hukum.

“Dalam menjalankan tugasnya itu, aparat hukum dilindungi oleh hukum,” tambah Jokowi.

Jokowi menjelaskan, masyarakat tidak diperbolehkan untuk bertindak semena-mena dan melakukan perbuatan melanggar hukum yang merugikan masyarakat, apalagi bila perbuatannya itu sampai membahayakan bangsa dan negara.

“Aparat hukum juga tidak boleh gentar dan mundur sedikitpun dalam melakukan penegakan. Namun, dalam menjalankan tugasnya, aparat penegak hukum harus mengikuti aturan hukum, melindungi hak asasi manusia, dan menggunakan kewenangannya secara wajar dan terukur,” tukas mantan Gubernur DKI Jakarta ini.