Jumat, Mei 27, 2022

Peringati Hari Tanah Sedunia, Kementan Launching SISCrop 1.0

MONITOR, Bogor – Setiap tanggal 5 Desember diperingati sebagai Hari Tanah Sedunia (World Soil Day/WSD) yang sudah diselenggarakan sejak 2014. Tepat di tahun 2020 ini, perayaan WSD dengan bertemakan “Menjaga Tanah Tetap Hidup, Melindungi Keanekaragaman Hayati Tanah” kembali diselenggarakan.

Dengan mengusung tema ini, diharapkan dapat meningkatkan kepedulian akan pentingnya menjaga ekosistem yang sehat, seiring dengan tingginya tantangan dalam pengelolaan lahan, mengurangi hilangnya keanekaragaman hayati tanah, meningkatkan kesadaran akan pentingnya tanah dalam segala aspek serta mendorong semua pihak baik pemerintah, organisasi, komunitas dan individu di seluruh dunia untuk berkomitmen menjaga kesehatan tanah secara proaktif.

Melalui momentum ini, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Litbang Pertanian melakukan perayaan WSD melalui berbagai kegiatan salah satunya adalah Launching Sistem Informasi Standing Crop (SISCrop) 1.0.

Dalam sambutannya, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) sangat mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini dalam upaya membangun sistem informasi, teknologi, dan rekomendasi pengelolaan sumberdaya lahan dan tanaman berkelanjutan dalam upaya penyiapan sistem informasi bagi pengambil kebijakan dalam memantau kondisi faktual tanaman pangan di lapang, dalam upaya mendukung program swasembada pangan serta tidak kalah pentingnya dalam kerangka menuju “Indonesia Lumbung Pangan Dunia 2045.

- Advertisement -

Mentan mengatakan bahwa perayaan WSD memberikan makna dengan adanya inovasi-inovasi baru Badan Litbang pertanian yang dapat mendukung dari tema menjaga kesehatan tanah, melindungi biodiversitas tanah. Produk inovasi yang baik akan menjaga Ibu Pertiwi tetap lestari dengan produktivitas tinggi.

“Saya sangat berbahagia bahwa pada hari ini telah lahir produk dengan jangkauan luas yaitu SIS Crop 1.0 untuk tanaman padi. Diharapkan SIS Crop 1.0 ini dapat memonitor luas tanam, luas panen, produktivitas, dan Indeks Pertanaman secara real time. Saya berharap kedepannya Standing Crop seperti ini bisa dikembangkan dan diaplikasikan untuk tanaman pertanian lainnya,” ujar Mentan, di Launching Sistem Informasi Standing Crop (SISCrop) 1.0, Bogor, Senin (7/12/2020).

Berbagai kendala akan dihadapi dalam mencapai target pemenuhan kebutuhan pangan tersebut, terutama akibat alih fungsi lahan sawah irigasi yang sulit dihentikan, fragmentasi dan degradasi sumberdaya lahan dan air.

Di sisi lain, kerusakan tanaman yang serius juga muncul dari fenomena keragaman dan ketidak menentuan iklim akibat perubahan iklim.

Namun demikian Kementarian Pertanian tidak pernah menyerah dan selalu berupaya mengatasi ancaman tersebut. Diperlukan strategi antisipasi dan penyiapan teknologi adaptasi dan mitigasi yang diarahkan untuk:
(a) Upaya penyelamatan pencapaian sasaran utama pembangunan pertanian.
(b) Pengembangan pertanian yang tahan (resilience) terhadap perubahan iklim, dan
(c) Sebagai bagian integral dari program pembangunan pertanian yang sudah dirancang. Dalam upaya penyiapan informasi dan teknologi adaptasi dan mitigasi diperlukan sistem informasi pemantauan pertanian yang memberikan informasi terkini tentang kondisi faktual tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan yang dikemas dalam Sistem Informasi Standing Crop.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Fadjry Djufry menjelaskan, SISCrop merupakan sistem informasi yang dapat memberikan informasi tentang kondisi faktual tanaman padi dan tanaman lainnya di lapang.

Dalam pengembangan model Standing Crop ini berbasis penginderaan jauh ini Kementerian Pertanian bekerjasama dengan LAPAN dan Kementerian Lembaga dan Perguruan Tinggi terkait lainnya.

Informasi yang disajikan dalam SISCRop dapat digunakan untuk tujuan teknis dalam mengantisipasi dan menentukan tindakan budidaya yang patut dilakukan sesuai dengan kondisi tanaman, serta untuk tujuan pengambilan keputusan dan kebijakan oleh pengambil kebijakan, misalnya untuk menentukan jumlah dan distribusi pupuk, bibit, pestisida dan air.

SISCrop, dapat membantu pengambil kebijakan dan petugas perencana dalam hal Efisiensi dalam perencanaan pupuk, pestisida, dan air, juga tepat dalam memilih jenis tanaman yang akan ditanam pada wilayah tertentu yang bisa diinformasikan secara spasial; Efektif dalam memobilisasi alsintan; dan membantu mengidentifikasi wilayah yang surplus sehingga bisa memasok wilayah yang minus. Pada sisi lain, SISCrop sebenarnya akan sangat berdaya guna jika disinergikan dan atau dintegrasikan dengan berbagai sistem informasi pertanian yang sudah ada sebelumnya, seperti SI Lahan, SI Katam
Terpadu, Agri Map Info, Simotandi dan lain-lain.

Dalam upaya mensosialisasikan sistem informasi Sistem Informasi Standing Crop (SISCrop) dilaksanakan launching untuk memperkenalkan kepada stakeholder terkait. Selain itu dalam upaya membangun sistem informasi, teknologi, dan rekomendasi pengelolaan sumberdaya lahan dan tanaman berkelanjutan untuk antisipasi dan adaptasi sektor pertanian menghadapi kejadian alam, seperti perubahan iklim dan bahkan saat menghadapi pandemi covid 19 ini.

Mentan mengingatkan, bahwa dukungan kerjasama dalam upaya mencapai swasembada pangan dan cita-cita menuju Lumbung Pangan Dunia 2045 harus menjadi pemacu semangat kita semua untuk bekerja lebih baik. Singsingkan lengan baju, turun ke sawah, sukseskan swasembada pangan.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER