10 Bulan Tinggal di Kebun, Warga Sultra Ini Tak Tahu Ada Covid-19

“Dia tidak tahu kalau kemana-mana harus pakai masker”

Kapolsek Sorawolio, Iptu Tri Nugroho, saat memberhentikan Langkito karena tidak mengenakan masker saat keluar rumah, Kota Baubau, Sultra, Jumat (4/12/2020). (Dok. Polsek Sorawolio)

MONITOR, Baubau – Selama 10 bulan tinggal di kebun, Langkito (50), warga Desa Burangasi, Sampolawa, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra), tidak mengetahui jika Indonesia dan dunia sedang dilanda wabah Covid-19 alias Virus Corona.

Hal itu diketahui saat Langkito terjaring operasi yustisia yang digelar oleh Polsek Sorawolio bersama jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Baubau, Sultra, pada Jumat (4/12/2020) lalu.

Operasi yustisia itu memang sengaja digelar untuk menyasar pengendara yang tidak mengenakan masker saat keluar rumah. Langkito menjadi salah satu pengendara yang diberhentikan oleh petugas karena tidak mengenakan masker.

Kapolsek Sorawolio, Iptu Tri Nugroho, mengungkapkan bahwa saat pihaknya sedang melakukan giat operasi yustisia, tiba-tiba Langkito yang tidak mengenakan masker melintas dan diberhentikan oleh petugas karena tidak mengenakan masker saat menuju keluar rumah.

Namun saat diberhentikan oleh petugas, Nugroho menyampaikan bahwa Langkito terlihat kebingungan karena ia merasa tidak melakukan pelanggaran lalu lintas.

“Dia dari Burangasi, saya tanyakan mana masker? Dia seperti kebingungan dan tidak tahu masker buat apa. Dia bilang sudah sekitar 10 bulan tinggal di kebunnya. Jadi, dia tidak tahu kalau kemana-mana harus pakai masker,” ungkapnya seperti dikutip dari suryametro.net, Jakarta, Minggu (6/12/2020).

Nugroho mengatakan, pihaknya tidak memberikan sanksi sosial terhadap Langkito. Namun, menurut Nugroho, pihaknya tetap memberikan pemahaman terkait protokol kesehatan Covid-19 seperti mengenakan masker saat keluar rumah.

“Kami tidak beri sanksi sosial, kami berikan dia masker agar bisa dipakai sama Langkito,” katanya.