NASIONAL

Ini Tanggapan Kemlu Soal Deklarasi Kemerdekaan Papua Barat

MONITOR, Jakarta – Juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Teuku Faizasyah, mengungkapkan bahwa Benny Wenda dan kelompoknya yakni Gerakan Persatuan Pembebasan untuk Papua Barat (United Liberation Movement for West Papua/ULMWP) tidak memiliki landasan atau legitimasi apapun untuk mendeklarasikan Kemerdekaan Papua Barat.

Oleh karena itu, Faizasyah pun membantah langkah Wenda dan ULMWP yang membentuk pemerintahan sementara di Papua Barat tersebut.

“Dengan dalih apa seseorang bernama Benny Wenda membuat status memproklamasikan diri sebagai wakil rakyat Indonesia di Papua?,” ungkapnya seperti dikutip dari ABC Indonesia, Jakarta, Rabu (2/12/2020).

Faizasyah menegaskan bahwa proses pengembalian Papua dari Belanda ke pangkuan ibu pertiwi saja melibatkan pihak ketiga, yakni Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Proses pemindahan kekuasaan atau pengembalian Papua dari Belanda ke Indonesia diawasi oleh PBB, termasuk melalui adopsi resolusi PBB,” ujarnya.

Di sisi lain, Dosen Sejarah dan Politik Universitas Melbourne Australia Richard Chauvel, mengatakan bahwa sebenarnya fenomena kemerdekaan Papua sudah pernah terjadi pada Oktober 2011 lalu.

“Pada Kongres Rakyat Papua ke-3, terjadi proklamasi Papua sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat, dengan Forkorus Yaboisembut sebagai Presiden dan Edison Waromi sebagai PM,” katanya.

“Pertemuan itu dibubarkan dengan kekerasan, beberapa orang tewas, banyak yang ditahan dan Forkorus dihukum karena pemberontakan. Setidaknya Benny Wenda aman di Oxford atau Vanuatu,” ungkap Richard menambahkan.

Seperti diketahui, Benny Wenda dan ULMWP mendeklarasikan kemerdekaan Papua Barat. ULMWP sendiri menunjuk ketuanya yakni Benny Wenda sebagai Presiden Sementara Republik Papua Barat.

Mereka juga mengklaim bahwa telah menyusun konstitusi sementara untuk menjalankan pemerintahannya.

Recent Posts

Menhaj: Pengelolaan Dana Haji Harus Aman dan Produktif

MONITOR, Jakarta - Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menegaskan pentingnya keseimbangan antara keamanan…

4 jam yang lalu

Rokhmin Dahuri: Karhutla Bisa Diantisipasi, Jangan Tunggu Bencana Baru Bergerak

MONITOR, Jakarta - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) harus dicegah sebelum meluas, bukan baru ditangani…

1 hari yang lalu

GPK Desak Polemik Pemakzulan Gibran Diakhiri, DPR Diminta Fokus pada RUU Perampasan Aset dan Pemilu

MONITOR, Jakarta - Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK) meminta DPR dan pemerintah tidak membiarkan polemik pemakzulan…

1 hari yang lalu

Ekonomi Biru Bisa Buka 45 Juta Lapangan Kerja, Hilirisasi Jadi Kunci

MONITOR, Jakarta - Indonesia memiliki potensi ekonomi kelautan yang diperkirakan mencapai 1,4 triliun dolar AS…

1 hari yang lalu

Menag Apresiasi Kerja Kehumasan ASN Kemenag atas Raihan Top GPR Figure Award 2026

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyampaikan apresiasi kepada seluruh Aparatur Sipil Negara…

2 hari yang lalu

Jasa Marga Raih Top 10 BUMN Layanan Terbaik dalam Danantara Indonesia CX100 Award 2026

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk berhasil meraih peringkat 10 dalam ajang Danantara…

2 hari yang lalu