Saraswati Bantah Terlibat dalam Kasus Suap Edhy Prabowo

“Saya tidak lagi terlibat aktif di perusahaan yang tercantum sebagai penerima izin ekspor benur”

Ketua Delegasi Indonesia di KTT Y20 sekaligus Calon Wakil Wali Kota Tangsel, Rahayu Saraswati, saat menjadi narasumber di acara KTT Y20 yang digelar di Riyadh, Arab Saudi, Sabtu (17/10/2020). (Istimewa)

MONITOR, Tangerang Selatan – Calon Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, merasa difitnah karena dikaitkan dengan Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Edhy Prabowo.

Namun Rahayu Saraswati tetap menghadapi terjangan fitnah itu dengan tegar.

Pernyataan itu ditulis Saraswati dalam halaman (page) https://www.facebook.com/RahayuSaraswatiDjojohadikusumo dengan judul ‘Rahayu Saraswati: Aku Kuat Karena Difitnah’.

Saraswati sudah menduga akan diterpa serangan karena hasil survei Indikator Politik Indonesia mengunggulkan pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Nomor Urut 1 Muhamad-Saraswati.

“Sejak hasil survei oleh Indikator keluar, di mana Muhamad-Saraswati unggul, saya tahu ada kemungkinan besar kami akan dilanda dengan segala upaya untuk menurunkan kredibilitas dan elektabilitas kami. Tak lama kemudian berita soal Menteri KKP keluar. Saya tahu bahwa kemungkinan besar hal itu akan dipermainkan untuk menyerang saya dalam kontestasi politik. Strategi seperti ini bukanlah hal baru. Dan sayangnya, dugaan saya benar,” ungkapnya seperti dikutip MONITOR, Jakart, Minggu (29/11/2020).

Terkait perusahaan keluarganya yakni PT Bima Sakti Mutiara yang memperoleh izin budi daya lobster, Saraswati menepis dugaan adanya unsur Korupsi Kolusi Nepotisme (KKN), karena telah mengikuti semua prosedur seperti halnya perusahaan-perusahaan lainnya. Apalagi dikaitkan dengan kasus korupsi yang menjerat Edhy Prabowo.

“Kasus yang menimpa Menteri KKP adalah soal suap yang dilakukan oleh satu PT kepadanya dan beberapa orang secara pribadi. Apa hubungannya dengan perusahaan kami?,” ujarnya. 

Terkait izin budi daya lobster untuk perusahaan keluarganya, Saraswati juga membantah terkait kolusi karena mengikuti prosedur sebagaimana puluhan perusahaan lainnya. 

“Kami melalui proses pendaftaran untuk izin sama seperti 60 perusahaan lain yang mendapatkan izin. Di mana kolusinya?,” katanya. 

Saraswati menegaskan, tidak ada pula praktik nepotisme dalam perizinan tersebut. “Tidak ada kepercayaan dan wewenang yang secara spesifik hanya diberikan kepada kami. Di mana nepotismenya?,” ungkapnya

Saraswati juga menegaskan bahwa dirinya sudah tidak aktif dalam perusahaan sejak resmi sebagai calon Wakil Wali Kota Tangsel.

“Sejak saya dideklarasikan maju di Tangsel, saya tidak lagi terlibat aktif di perusahaan yang tercantum sebagai penerima izin ekspor benur,” ujarnya.

Ibu dari dua anak itu juga menjelaskan bahwa perusahaan itu belum pernah melakukan ekspor benur atau benir lobster sama sekali, bahkan baru melakukan pelepasliaran atau restocking lobster ke alam liar. 

“Saya bisa pastikan sampai saat ini perusahaan tersebut belum melakukan ekspor benur sama sekali. Justru yang baru kami lakukan beberapa minggu lalu adalah pelepasliaran atau restocking lobster ke alam,” kata Saraswati.

Bagi yang melemparkan tuduhan dan fitnah kepadanya, Saraswati hanya mengingatkan bahwa ‘Tuhan Tidak Tidur’. Saraswati pun menyesalkan sampai-sampai pihak yang memfitnahnya mencatut nama aktivis mantan Indonesia Corruption Watch (ICW) untuk membuat berita hoaks seolah-olah kredibel, namun Saraswati percaya rakyat Tangsel tidak bisa dibohongi.

“Tapi apakah perlu sampai melakukan pencatutan nama orang eks ICW dan nama ICW-nya itu sendiri demi kredibilitas berita hoaks yang dilontarkan?. Anda boleh fitnah saya tapi jangan berpikir kalian bisa membohongi rakyat Tangsel,” ungkapnya.

Meskipun diterjang fitnah, Saraswati tidak pernah merasa lelah apalagi putus asa. Justru dia merasa lebih kuat karena difitnah. 

“Percayalah, saya tidak akan pernah lelah memperjuangkan keadilan dan kebenaran. Saya teringat dengan penguatan bahwa lebih tinggi kita beranjak, lebih kencang pula angin menerpa. Saya kuat justru karena saya difitnah,” ujarnya.