Politisi PDIP Depok Soroti Dunia Pendidikan Era Walikota Mohammad Idris

Politisi PDIP Kota Depok Rudi Kurniawan disela kegiatan konsolidasi bersama warga RW.07, Kelurahan Sukamaju Baru, Tapos

MONITOR, Depok – Politisi PDIP Kota Depok Rudi Kurniawan menyoroti sejumlah persoalan dunia pendidikan di era kepemimpinan Walikota Mohammad Idris. Dia menilai Idris telah gagal memajukan pendidikan di Kota Depok.

“Pemerintah Kota Depok tidak mau ngerti, masih banyak ijazah-ijazah anak kita (pelajar) yang ditahan di sekolah. Dan di sekolah SMP negeri pun masih banyak ijazahnya ditahan,” kata Rudi disela kegiatan konsolidasi bersama warga RW.07, Kelurahan Sukamaju Baru, Tapos, Rabu (25/11).

Rudi mengatakan, berdasarkan pengakuan orangtua murid yang ijazah anaknya ditahan, itu dikarenakan belum membayar uang perpisahan. Namun, saat dikonfirmasi ke pihak sekolah, lanjut Rudi, mereka membantahnya.

“Ini tidak ditahan pak, ini karena orangtuanya tidak ngambil,” ujar Rudi menceritakan.

Padahal, jelas Rudi, jika pihak sekolah berniat untuk memberikan ijazah tersebut, mereka dapat menyerahkannya langsung ke orangtua murid melalui wali kelas atau ke pihak komite sekolah.

“Bagi saya itu alasan klasik, kan bisa serahkan langsung melalui wali kelas. Atau bisa menghubungi komite. Jadi alasan tersebut hanya mengada-ngada,” ujar Rudi yang juga merupakan anggota DPRD Kota Depok.

Dijelaskannya, selain di dunia pendidikan, kata Rudi, masyarakat Depok juga masih banyak yang mengeluhkan terkait layanan kesehatan.

“Selain pendidikan, kesehatan juga masih menjadi persoalan yang mendasar di warga Tapos khususnya. Banyak warga yang mengeluh mengenai layanan kesehatan.”

“Intinya, kesehatan dan pendidikan itu merupakan dasar dari kehidupan bermasyarakat. Jadi harus diprioritaskan. Tetapi, selama ini kan tidak demikian, jadi perlu dilakukan perubahan,” pungkasnya.