TALK

Rikal Dikri: Habib Rizieq itu bukan Orang Suci, Boleh Kita Kritik!

Polemik Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Syihab (HRS) terus bergulir hingga kini. Ceramahnya yang dinilai lugas dan keras kerap menjadi polemik di masyarakat tidak di kalangan muslim namun seluruh masyarakat Indonesia. Namun disisi lain, sosok HRS ditengah kontroversinya justru banyak dikagumi bahkan dipuja oleh para pengikutnya.

Pola pengikutnya yang begitu memuja dan mengidolakan HRS dinilai menjadi sikap salah kaprah akan penghormatan terhadap keturunan nabi Muhammad SAW (habib) di Indonesia. Kami membahasnya bersama da’i milenial yang juga pegiat media sosial Rikal Dikri yang aktif menyuarakan narasi-narasi islam moderat melalui kanal youtube miliknya @AgamaAkal

Recent Posts

Kementerian UMKM Percepat Pemulihan UMKM di Kepulauan Nias melalui Tiga Program Terintegrasi

MONITOR, Kepulauan Nias - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat…

4 jam yang lalu

Di Era AI, Nilai Pesantren Makin Dibutuhkan

MONITOR, Tangerang Selatan - Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Suwendi, M.Ag., menegaskan…

12 jam yang lalu

Rektor UIN Jakarta: Santri Bukan Penonton, Harus Jadi Penggerak Perubahan Bangsa

MONITOR, Jakarta - Momentum Hari Santri Nasional 2026 harus menjadi pengingat bahwa santri tidak hanya…

16 jam yang lalu

Kolaborasi Kalurahan Caturharjo, MBI dan IMP 168 Sukses Sulap Lahan Tidur jadi Kebun Klengkeng Organik

MONITOR, SLEMAN - Lahan yang sebelumnya kurang produktif di Dusun Manggunan, Kalurahan Caturharjo, Sleman, mulai…

1 hari yang lalu

ICAI 2026, Rokhmin Dahuri: Akuakultur Bisa Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi, Pangan, Farmasi, dan Energi

MONITOR, SEMARANG - Akuakultur atau budi daya perairan berpotensi menjadi salah satu mesin utama pertumbuhan…

1 hari yang lalu

Kementan Salurkan Bantuan Obat untuk Ternak Terdampak Bencana di Sumatera

MONITOR, Sumatera — Bencana tidak hanya berdampak pada rumah dan lahan warga, tetapi juga pada…

1 hari yang lalu