Mohammad Idris Dinilai Gagal Paham Saat Debat Publik Pilwalkot Depok

Kegiatan debat publik yang diselenggarakan KPU Depok/ dok: istimewa

MONITOR, Depok – Debat publik pasangan calon (paslon) Wali dan Wakil Walikota yang diselenggarakan KPU Kota Depok pada Minggu (22/11) sore di salah satu stasiun televisi swasta, mendapat tanggapan dari berbagai pihak.

Salah satunya datang dari Ketua relawan pemenangan calon Walikota dan Wakil Walikota nomor urut satu, Pradi Supriatna-Afiafah Alia, Ben Bunyamin.

Ben menyebut, dalam debat tersebut, calon Walikota nomor urut dua Mohammad Idris tidak mengerti dengan tema debat yang diusung oleh KPU Depok, yakni ‘tata kelola pemerintahan, pelayanan publik dan hukum di Kota Depok dalam era kebiasaan baru’.

Pasalnya, menurut Ben, saat sesi tanya-jawab, Mohammad Idris telah menjawab pertanyaan yang dilontarkan calon Walikota nomor urut satu, Pradi Supriatna dengan jawaban seperti orang kebingungan. Idris menjawab, pertanyaan yang diberikan tidak ada kaitan dengan tema debat yang diusung.

“Saya nilai Idris itu gagal paham. Pertanyaan yang disampaikan (Pradi) itu kan terkait Covid-19, gimana tidak ada kaitannya dengan tema. Kan temanya terkait era kebiasaan baru, gimana disebut gak ada kaitan dengan Covid-19,” kata Ben, saat ditemui di wilayah Beji, Senin (23/11).

Dikatakan Ben, sikap yang diperlihatkan oleh Mohammad Idris dalam debat tersebut merupakan bentuk ketidak mampuan dirinya menangani Covid-19, sehingga ia bingung untuk menjawab pertanyaan yang dilemparkan Pradi Supriatna.

“Kayaknya pak Idris itu bingung dengan pertanyaan yang disampaikan (Pradi). Atau bisa jadi sengaja pura-pura bingung dengan mengatakan pertanyaan itu tidak ada kaitan dengan tema, karena dia gagal menangani (pandemi) Covid-19 di Kota Depok,” ujarnya.