Kementerian PUPR luncurkan Buku ‘Jalan di Indonesia dari Sabang sampai Merauke’

MONITOR, Jakarta –  Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berkomitmen untuk turut berkontribusi pada literasi infrastruktur di Indonesia salah satunya diwujudkan melalui keberadaan Perpustakaan Kementerian PUPR.

Kepala Biro Komunikasi Kementerian PUPR, Endra S. Atmawidjaja menyatakan dengan keberadaan perpustakaan tersebut masyarakat bisa memahami dengan membaca dan melakukan riset dimana semua bersumber dari perpustakaan.

Endra menerangkan bahwa perpustakaan PUPR tidak terbatas di ruang fisik saja, tetapi juga ruang digital dimana selain berfungsi sebagai prasarana untuk membaca, perpustakaan juga dapat menjadi host untuk pelaksanaan webinar atau bedah buku online.

“Seperti hari ini kita melaksanakan webinar dan soft launching buku ‘Jalan di Indonesia dari Sabang sampai Merauke’ melalui kerjasama dengan radio El Shinta. Kami berharap pesan dan intisari dalam buku ini dapat diterima publik,” terang Endra.

Endra menambahkan, Kementerian PUPR meluncurkan buku “Jalan di Indonesia dari Sabang sampai Merauke” untuk meningkatkan literasi masyarakat dalam pembangunan infrastruktur, khususnya pembangunan jaringan jalan di Indonesia.

Diharapkan kehadiran buku ini dapat menjadi media belajar dan sumber motivasi khususnya bagi generasi muda untuk terus berkarya, berinovasi dan bekerja sebaik mungkin dalam membangun infrastruktur di Indonesia.

Direktur Preservasi Jalan dan Jembatan Wilayah II Thomas Setiabudi Aden mengapresiasi kehadiran buku tersebut. Menururtnya, pembuatan buku ini adalah upaya belajar dari para pendahulu bagaimana mendalami peran infrastruktur jalan dalam mendukung perekonomian dan memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.

“Kita selalu berprinsip bahwa build the road build the nation, pembangunan jalan yang baik adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat untuk itu kita perlu belajar dari sejarah. Kalau dulu ada peribahasa “ada usaha ada jalan”, sekarang dibalik, “ada jalan, banyak usaha yang berkembang,” ujar Thomas.

Sementara itu Profesor Ilmu Sejarah Universitas Padjadjaran Prof. Reiza D. Dienaputra mengatakan jalan nasional merupakan alat pemersatu NKRI, Oleh karenanya inilah salah satu bentuk pengabdian terbaik Pemerintah.

Reiza berharap pembangunan jalan nasional terus berlangsung dengan kualitas yang semakin baik. Ia juga mengajak masyarakat tidak hanya untuk menjadi pengguna jalan, tetapi juga untuk memelihara jalan agar jalan lebih awet mencapai usia yang diharapkan atau melebihi.

“Jalan memiliki usia yang sama tuanya dengan  peradaban manusia. Manakala manusia hadir, pasti membutuhkan sarana atau media untuk mobilitas. Sehingga kalau kita bicara NKRI melalui pendekatan infrastruktur, maka terdapat di dalamnya unsur jalan nasional dari titik paling barat hingga titik paling timur di negeri ini,” katanya.

“Dan kalau kita berbicara tentang jalan nasional, maka kita berbicara tentang sebuah upaya  berkesinambungan oleh Pemerintah,” tegas Prof. Reiza.

Sebagai informasi, pada periode 2015-2019 Kementerian PUPR telah berhasil membangun 1.461 km jalan tol, 3.867 km jalan baru dan 58.346 m jembatan. Sementara pada 2020-2024 Kementerian PUPR menargetkan untuk membangun 2.724 km jalan tol, 3.224 km jalan baru, 38.726 m jembatan dan 31.053 m flyover/underpass.