Keluarga Penderita Hidrosefalus Taruh Harapan Besar pada Program Berobat Gratis Pradi-Afifah

Foto: Boy Rivalino

MONITOR, Depok – Banyaknya warga yang tak mampu berobat karena tidak memiliki uang atau belum terdaftar di BPJS masih menjadi persoalan di Kota Depok. Bahkan, terkadang lantaran dua persoalan itu masyarakat lebih membiarkan penyakit yang dideritanya, sehingga berujung pada kematian.

Fenomena inilah yang dilihat pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna-Afifah Alia, dengan menyiapan program berobat gratis pakai KTP.

Melalui program tersebut, warga masyarakat miskin khususnya diharapkan nantinya bisa mendapatkan layanan kesehatan yang diinginkan.

Program yang digagas pasangan Pradi-Afifah ini mendapat respon positif dari Susiyanti (43), warga yang anaknya menderita penyakit Hidrosefalus. Dia merupakan warga yang tinggal di Jalan Gang Masjid Nurul Huda, RT.001/011, Kelurahan Bojongsari, Kecamatan Bojongsari.

Menurut Susiyanti, masyarakat miskin seperti dirinya sangat berharap banyak agar Pemerintah Kota (Pemkot) Depok di kepemimpinan Pradi-Afifah benar-benar menggratiskan semua biaya berobat bagi warganya.

“Iya, kami sangat berharap Pemkot Depok ke depan dapat menggratiskan biaya berobat, dan birokrasinya tidak berbelit-belit,” katanya, saat dikonfirmasi MONITOR, Sabtu (21/11).

Diceritakannya, sejak anandanya Zihan Novalino (6 tahun) divonis Hidrosefalus, dirinya tidak pernah mendapatkan bantuan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Depok. Bahkan, kata dia, saat akan mengajukan bantuan di masa pandemi Covid-19, iapun dipersulit oleh oknum petugas.

“Saya sudah sampaikan ke RT RW untuk minta bantuan, katanya ke BAZNAS dulu, minta syarat dulu nanti ke kelurahan. Intinya tidak ada kepastian,” tegasnya.

Untuk itu Susiyanti mengatakan, dengan adanya program berobat gratis pakai KTP dan diyakini birokrasi tidak berbelit-belit, dirinya merasa senang. Sebab, dapat membantu meringankan beban keluarganya.

“Kalau memang terwujud, kami sangat senang karena bisa membantu meringankan beban keluarga kami,” pungkasnya.