HUMANIORA

Gerakan Mahasiswa Menulis Buku di IAIN Tulungagung Diapresiasi Kemenag Pusat

MONITOR, Tulungagung – Budaya literasi khususnya kepenulisan di lingkungan mahasiswa IAIN Tulungagung semakin pesat. Selama tahun ini setiap bulannya ada saja mahasiswa yang meluncurkan buku karyanya. Mulai menulis buku sendiri hingga menulis bersama-sama. Bahkan, ada pula mahasiswa yang menulis lintas kampus.  

Ketua LP2M IAIN Tulungagung Ngainun Naim mengatakan geliat mahasiswa menulis ini bagian dari tradisi yang ditularkan dosen pada para mahasiswanya. Menurutnya, budaya menulis perlu terus digalakkan di tingkat mahsiswa maupun dosen.  

“Menulis itu proses kreatif dan selalu membuat pikiran menjadi segar. Ada riset yang mengatakan menulis juga menyehatkan,” katanya. 

Naim melanjutkan, mahasiswa yang menulis buku ini polanya macam-macam. Dia mencontohkan ada mahasiswa dari komunitas bidik misi juga memuncukkan karya buku bersama. Mereka memberikan judul Bumi Kritis, Kumpulan Cerpen Karya Generasi Emas Bangsa Mahasiswa Bidikmisi IAIN Tulungagung.  

“Mahasiswa bidikmisi ini kreatif. Selain mereka berprestasi di perkuliahan. Mereka juga bergerak di bidang literasi,” terangnya.  

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Abad Badruzaman mengatakan meningkatkan budaya literasi memang menjadi salah satu program dari kampus. Apalagi, mahasiswa terus didorong agar berkarya.  

“Kita selalu mendukung mahasiswa untuk terus berkarya,” terangnya.  

Kasubdit Sarpras dan Kemahasiswaan Direktorat Ruchman Basori, Kepala Subdit Sarana Prasarana dan Kemahasiswaan Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Dirjen Pendidikan Islam mengapresiasi karya buku yang ditulis oleh mahasiswa. 

Buku, kata mantan aktivis Mahasiswa itu, adalah salah satu mahkotanya kaum intelektual. Mahasiswa adalah bagian dari kaum intelektual itu sendiri. Jadi, para mahasiswa yang telah melahirkan karya berupa buku telah mendapatkan mahkotanya. 

“Saya mengapresiasi karya mahasiswa IAIN Tulungang. Khususnya para mahasiswa bidikmisi yang telah melahirkan karya monumental,” terangnya.  

Ruchman mengakui jika IAIN Tulungagung menjadi bagian dari penggerak literasi di lingkungan perguruan tinggi agama di bawah naungan kemenag. Sehingga, patut menjadi acuan bagi kampus yang ingin terus menumbuhkan karya mahasiswanya.

Recent Posts

Menaker Tugaskan Pengawas Kawal Kesepakatan Kecelakaan Kerja di Cikarang

MONITOR, Jakarta – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menugaskan pengawas ketenagakerjaan berkoordinasi dan mengawal pelaksanaan kesepakatan…

2 jam yang lalu

Kapolda Banten Ajak Ulama dan Santri Perkuat Sinergi Jaga Kedamaian

MONITOR, Lebak – Kapolda Banten Irjen Pol. Hendra Kurniawan, S.I.K., M.M., M.H., mengajak kalangan ulama,…

2 jam yang lalu

Kemenhaj Umumkan Daftar Jemaah Haji Khusus Berhak Lunas 1448 H/2027 M

MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia resmi merilis Daftar Jemaah Haji…

13 jam yang lalu

OASE III PTKIN di UIN Sunan Kalijaga, Mahasiswa Kembangkan Inovasi Pengelolaan Limbah dan Pemanfaatan Sumber Daya Berbasis Ekoteologi

MONITOR, Yogyakarta - Kompetisi OASE III PTKIN 2026 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, berbagai cabang…

13 jam yang lalu

OASE III PTKIN 2026 Berakhir Gemilang: Bukti Kampus Islam Siap Bersaing di Kancah Sains dan Teknologi Global

MONITOR, YOGYAKARTA — Ajang bergengsi Olimpiade Agama, Sains, dan Riset Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri…

1 hari yang lalu

Belajar dari Kampus Peringkat Kedua Nasional THE, PTKIS Perkuat Sistem Penjaminan Mutu Internal

LPM UIN Sunan Kalijaga Berbagi Strategi Implementasi SPMI Berdasarkan Permendiktisaintek Nomor 10 Tahun 2026 MONITOR,…

2 hari yang lalu