Jasa Marga Targetkan Tol Yogyakarta-Bawen Siap Beroperasi di Tahun 2023

PT JJB melakukan penandatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) dan Perjanjian Penjaminan Proyek Jalan Tol Yogyakarta-Bawen di kawasan Candi Borobudur.

MONITOR, Magelang – PT Jasa Marga (Persero) Tbk mendapatkan konsesi jalan tol baru dengan kepemilikan saham mayoritas setelah ditetapkan sebagai pemenang lelang proyek Jalan Tol Yogyakarta-Bawen. Lelang proyek jalan tol sepanjang 75,82 Km dimenangkan oleh konsorsium Badan Usaha Milik Negara yang terdiri dari Jasa Marga selaku pemegang saham mayoritas sebesar 60%, Adhi Karya sebesar 12,5%, Waskita Karya sebesar 12,5%, PP sebesar 12,5% serta Brantas Abipraya sebesar 2,5% membentuk entitas peruasahaan baru bernama PT Jasamarga Jogja Bawen (JJB).

PT JJB melakukan penandatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) dan Perjanjian Penjaminan Proyek Jalan Tol Yogyakarta-Bawen di kawasan Candi Borobudur. Selain kedua perjanjian ini, dilakukan juga penandatanganan perjanjian regres antara Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII).

Hadir dalam penandatanganan tersebut Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR Danang Parikesit, Wakil Gubernur Provinsi DI Yogyakarta, Perwakilan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten Magelang, serta Direksi BUMN Konsorsium.

Dalam sambutannya, Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa hadirnya Jalan Tol Yogyakarta-Bawen ini akan mewujudkan jalur segitiga emas yang menghubungkan Jogja-Solo-Semarang (Joglo Semar) dan diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi, khususnya pariwisata.

“Dengan adanya jalan tol ini, maka Joglo Semar akan menjadi satu kawasan yang terintegrasi satu sama lain. Infrastruktur ini akan dihubungkan dengan infrastruktur yang telah dibangun pada periode sebelumnya.” katanya.

Menteri PUPR juga menambahkan bahwa pembangunan Jalan Tol Yogyakarta-Bawen ini untuk mempercepat waktu tempuh dari dan ke wilayah Semarang dan Yogyakarta.

“Dengan ini, pengunjung (wisatawan) tidak kehabisan waktu di jalan, punya waktu lebih lama di sini dan dampaknya diharapkan aktivitas ekonomi juga meningkat,” tambah Basuki.

Sementara itu, Direktur Utama PT Jasamarga Jogja Bawen Mirza Nurul Handayani menjelaskan bahwa dengan adanya Jalan Tol Yogyakarta-Bawen ini, perjalanan dari Semarang menuju Yogyakarta akan menjadi lebih cepat, dari sebelumnya memakan waktu 3 jam menjadi hanya 1,5 jam.

Mirza juga menambahkan bahwa jika sesuai dengan timeline perencanaan proyek, Jalan Tol Yogyakarta-Bawen ditargetkan untuk mulai memasuki tahap pembangunan konstruksi pada Agustus tahun 2021, dan ditargetkan untuk dapat dioperasikan penuh pada Kuartal III tahun 2023.

“Kita berharap semua tahapan pembangunan proyek berjalan sesuai dengan target. Sesuai yang telah disampaikan Bapak Menteri PUPR sebelumnya, kami akan dukung penuh proses penetapan lokasi (penlok) di bulan ini untuk diserahkan ke Pak Gubernur untuk disetujui. Setelah ini akan dilanjutkan proses pembebasan lahan oleh Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR dan diharapkan jika semuanya sesuai target, kami optimis akan mulai pembangunan di Agustus tahun 2021 dan beroperasi penuh di Kuartal III tahun 2023,” tambah Mirza.

Jalan Tol Yogyakarta–Bawen memiliki nilai investasi sebesar Rp14,26 triliun dengan masa konsesi selama 40 tahun. Jalan tol ini akan melintasi dua provinsi sekaligus, yaitu Provinsi Jawa Tengah sepanjang 67,05 Km dan Daerah Istimewa Yogyakarta sepanjang 8,77 Km. Dengan penambahan konsesi Jalan Tol Yogyakarta-Bawen, maka hingga saat ini konsesi Jalan Tol Jasa Marga di seluruh Indonesia mencapai 1.603 Km.