PEMERINTAHAN

Wamenag salurkan Bantuan Program Bimas Islam hingga ke Wilayah Perbatasan di Papua

MONITOR, Jayapura – Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi menyalurkan sejumlah bantuan hingga ke wilayah terluar perbatasan Indonesia-Papua Nugini di Skow, Papua. Penyerahan bantuan diberikan secara simbolis sekaligus peluncuran program percontohan daerah binaan Bimas Islam di Keluharan Koya Timur Distrik Muara Tami, Jayapura, Papua, Sabtu (7/11) lalu.

Pilihan lokasi program ini mengacu pada wilayah tertinggal, terdepan dan terluar di Indonesia berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) 131 Tahun 2015 tentang Penetapan Daerah Tertinggal Tahun 2015.

Secara simbolis Zainut menyerahkan bantuan berupa sembako 330 paket untuk 3 pondok pesantren dan 1 yayasan, 330 paket alat sholat untuk 8 masjid, 330 APD COVID-19 untuk 8 masjid, bantuan rehabilitasi masjid untuk 5 lokasi, bantuan operasional masjid untyk 5 lokasi, bantuan rehabilitasi mushola untuk 5 lokasi, bantuan operasional mushola untuk 5 lokasi, bantuan operasional majelis taklim 5 unit, dan bantuan untuk ormas Islam 5 unit.

Zainut berharap, pemberian bantuan melalui program tersebut menjawab kebutuhan sosial sekaligus mengimplementasikan misi moderasi beragama yang mampu mendukung pondasi demokrasi yang dibangun di atas keragaman.

“Agama adalah salah satu aspek kehidupan yang sudah inheren dengan seluruh kehidupan masyarakat Indonesia. Maka pembinaan agama tidak boleh berjarak dengan pemenuhan hak dasar manusia,” ujarnya.

Zainut menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki makna yang lebih besar dari sekadar penyuluhan dan bantuan sosial dimana dalamnya terdapat muatan moderasi beragama dan memperkuat kesadaran keragaman dan kemajemukan. Dan Papua menjadi percontohan.

“Percontohan ini harus benar-benar menjadi contoh, yang nantinya bisa dikloning di tempat lain. Jangan diresmikan lalu hilang,” tegasnya.

Kampung Zakat menjadi primadona dalam Proper ini, dimana Kampung Zakat menjadi bagian integral dari paket Program Percontohan Bimas Islam (Proper BI) yang dijalankan oleh Kemenag tersebut yakni program pemberdayaan bagi desa-desa miskin yang mendapatkan pembinaan, fasilitas, dan bantuan finasial dengan dana berbasis zakat, infaq, dan sedekah. 

Sebagai informasi, program percontohan ini merupakan hasil kolaborasi empat direktorat di Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama, dengan pemberdayaan multi aspek yang manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang oleh warga sekitar.

Program Percontohan Bimas Islam (Proper BI) yang dicanangkan Kementerian Agama sejak tahun 2018, telah mencapai Kelurahan Koya Timur, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Provinsi Papua.

Papua sendiri adalah provinsi ketujuh yang menikmati program ini, setelah Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Jawa Barat, Riau, Sulawesi tengah, dan Aceh.

Recent Posts

Rokhmin Dahuri: Swasembada Pangan Harus Menyejahterakan Petani

MONITOR, Jakarta - Capaian swasembada pangan tidak cukup diukur dari peningkatan produksi dan ketersediaan pangan…

11 jam yang lalu

Blue Economy; Basis Pembangunan Menuju Indonesia Emas 2045

MONITOR, Jakarta - Guru Besar Emeritus Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Lautan IPB University sekaligus…

14 jam yang lalu

Wacana Ambang Batas 5 Persen, Partai Gelora Minta Kader Fokus Syarat Verifikasi Parpol

MONITOR, Jakarta - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia meminta seluruh pengurus…

15 jam yang lalu

Peternak NTB Tak Sendiri, Kementan Bersama Pemda Perkuat Perlindungan Ternak

MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) bersama pemerintah daerah memperkuat pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku…

16 jam yang lalu

KUMITRA Buka Akses Usaha Mikro Aceh ke Rantai Pasok Ritel

NONITOR, Aceh – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperluas akses pasar bagi usaha…

17 jam yang lalu

Kamenaker: Kompetensi dan Bahasa Jadi Bekal Kerja ke Jepang

MONITOR, Banyuwangi — Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menekankan pentingnya kompetensi dan kemampuan bahasa…

19 jam yang lalu