Mulai Besok, Bank Indonesia Buka Lagi Layanan Penukaran Rupiah Rusak

Rupiah Rusak (Foto: Dok Antara)

MONITOR, Jakarta – Bank Indonesia (BI) kembali menyediakan layanan penukaran uang rupiah rusak. Layanan ini akan dibuka mulai besok, Kamis (12/11).

Nantinya, penukaran bisa dilakukan di kantor pusat dan kantor perwakilan BI seluruh Indonesia. Dengan jadwal penukaran di setiap Kamis pukul 08.00 – 11.30 waktu setempat.

“Bank Indonesia membuka kembali layanan penukaran uang Rupiah rusak mulai 12 November 2020 di Kantor Pusat dan Kantor Perwakilan BI di seluruh Indonesia. Penukaran uang rusak dibuka setiap hari Kamis, pukul 08.00-11.30 waktu setempat di loket layanan BI,” Kepala Departemen Komunikasi BI, Onny Widjanarko, Rabu (11/11).

BI menyatakan, layanan penukaran rupiah rusak ini dibuka lagi dengan tujuan memastikan ketersediaan uang layak edar di tengah masyarakat. Terutama di tengah situasi masih merebaknya pandemi Covid-19.

Tidak ada persyaratan khusus dalam penukaran uang rupiah yang rusak ini. Masyarakat cukup membawa uang tersebut di hari layanan yang telah ditetapkan.

“Pembukaan kembali layanan penukaran uang rupiah rusak merupakan upaya BI dalam memastikan ketersediaan uang yang layak edar di masyarakat. Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,” Berikut kriteria rupiah kertas dan logam rusak yang diberikan penggantian:

Uang Rupiah Kertas

1. Dalam hal fisik uang Rupiah kertas lebih besar dari 2/3 ukuran aslinya dan ciri uang Rupiah dapat dikenali keasliannya, diberikan penggantian sebesar nilai nominal uang Rupiah yang ditukarkan dengan persyaratan:-Uang Rupiah kertas masih merupakan satu kesatuan dengan atau tanpa nomor seri yang lengkap, atau;-Uang Rupiah kertas tidak merupakan satu kesatuan dan kedua nomor seri pada uang Rupiah rusak tersebut lengkap dan sama.

2. Dalam hal fisik uang Rupiah kertas sama dengan atau kurang dari 2/3 ukuran aslinya, tidak diberikan penggantian.

Uang Rupiah Logam

1. Dalam hal fisik uang Rupiah logam lebih besar dari 1/2 ukuran aslinya dan ciri uang Rupiah dapat dikenali keasliannya, diberikan penggantian sebesar nilai nominal uang Rupiah yang ditukarkan, dan;

2. Dalam hal fisik uang Rupiah logam sama dengan atau kurang dari 1/2 ukuran aslinya, tidak diberikan penggantian.