Rizieq Shihab Beberkan Rintangan Sebelum Pulang ke Indonesia

"Ternyata, upaya mereka menggagalkan saya pulang, Saudara, enggak berhenti sampai di situ“

Imam Besar FPI, Rizieq Shihab, sedang di dalam mobil menuju ke Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi, Senin (9/11/2020). (Instagram Steven Indra Wibowo/@steven.indra.wibowo)

MONITOR, Jakarta – Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab, menceritakan sejumlah peristiwa yang disebutnya sebagai upaya-upaya untuk menggagalkannya pulang ke Tanah Air.

Rizieq mengungkapkan bahwa banyak cara yang dipakai oleh orang-orang yang tidak ingin ia pulang ke Indonesia. Rizieq pun menyinggung adanya surat elektronik atau e-mail palsu yang mengatasnamakan dirinya ke pihak travel.

“Ternyata, upaya mereka menggagalkan saya pulang, Saudara, enggak berhenti sampai di situ,” ungkapnya di channel YouTube Front TV, Jakarta, Selasa (10/11/2020).

Rizieq menyebutkan, e-mail tersebut memang sengaja dibuat untuk menyudutkannya karena dibuat sangat mirip dengan menggunakan nama hingga fotonya.

E-mail ini dikirim ke travel tempat saya memesan tiket. Apa isi pesannya? Bahwa kami tidak jadi berangkat, mohon dibatalkan. Kami punya jadwal. Jadi ada upaya begitu. Ini bukan. Jadi ada yang bilang, ‘Ah ini kan cuma pura-pura jadi korban, pura-pura playing victim’. Enggak. Memang benar mau dibatalkan,” ujarnya.

Rizieq pun menjelaskan caranya mengatasi gangguan tersebut yakni dengan mengklarifikasi langsung kepada pihak travel ketika ditelepon langsung. Rizieq pun menyampaikan kepada travelnya bahwa itu e-mail palsu.

Kemudian, Rizieq juga mengatakan gangguan berikutnya yang dialami sebelum pulang ke Indonesia. Menurut Rizieq, gangguan tersebut masih soal e-mail dan merupakan kebalikan dari gangguan sebelumnya.

“Ahad yang lalu, pada saat saya ke Riyadh, ada gerakan lagi. Mereka membuat e-mail atas nama traveltravel tempat saya membeli tiket. Nah, travel ini kan ngambil tiketnya ke bagian marketing. Saudia. Ternyata, kursi Saudia itu sudah diborong oleh marketing di Turki, di Istanbul. Jadi dibuatlah e-mail atas nama travel dikirim ke Istanbul, minta supaya jadwal saya, istri dan dua putri saya dibatalkan dan dibatalkan,” katanya.

Jadi, Rizieq mengungkapkan bahwa sebenarnya tiket pertama memang sudah batal. Namun, Rizieq meminta kepada jajarannya untuk tidak mengumumkan hal tersebut ke publik.

“Tapi saya katakan kepada teman-teman pengurus FPI di Mekah jangan diumumkan. Diam. Kalau diumumkan, Ikhwan, padahal kita kan masih punya peluang untuk memperbarui, kita masih punya peluang untuk beli tiket lain, maka itu kita diam tidak kita umumkan. Kalau yang pertama kita umumkan. Pembatalan yang pertama kita umumkan. Yang kedua tidak kita umumkan,” ungkapnya.

Rizieq pun mengaku punya tujuan memilih tidak menceritakan gangguan kedua yang dialaminya. Pasalnya, Rizieq ingin melihat para pihak yang berusaha mencekalnya itu tertawa padahal dia dan keluarga tetap berhasil mendapatkan tiket.

“Tujuan saya kedua untuk tidak diumumkan apa, supaya musuh-musuh, penjahat-penjahat, bajingan-bajingan yang membuat itu sudah merasa menang. Dia merasa menang, ketawa-ketawa, ‘Ahahaha, udah batal lo! Besok kalau loke airport, begitu masuk ke counter, nama sudah tidak ada’. Biar aja dia senang, enggak apa-apa. Jadi sengaja kita biarkan,” ujarnya.

Kemudian, Rizieq pun menghubungi travel lain yang masih bisa menyediakan tiket ke Indonesia.

“Kemudian kita hubungi travel yang ada, kita minta untuk ganti kode booking. Ada tambahan biaya, kita tambah biaya. Tetap kita minta tanggal itu untuk kita dapat kursi dan kita dapat. Kita diam. Kita tidak umumkan kalau kita punya tiket baru. Ini kita tidak umumkan. Lancar semua,” katanya.

Akan tetapi, Rizieq menyampaikan bahwa informasi tiket baru untuk kembali ke Indonesia itu akhirnya jebol juga. Gangguan pun, menurut Rizieq, kembali dialaminya.

“Saya berangkat jam tujuh. Dari jam 11 siang saya sudah kirim orang untuk check in. Jam dua kita sudah full semua kita sudah dapat, barang sudah masuk. Tiba-tiba jam empat sore di airport dapat panggilan, saya punya putri yang satu tiketnya batal. Ini permainan-permainan gila-gilaan ini. Nah, kita tanya kita konfirmasi, ‘Ini begimana bisa batal ini?’ Alasannya katanya ada ATM palsulah, ada orang mengaku bahwa ATM-nya dipakailah, duitnya dicurilah, dan sebagainya,” ungkapnya.

Rizieq menilai, tujuan orang yang mempersulitnya itu karena ingin dia batal pulang ke Indonesia karena peraturan di Saudi tak mengizinkan putri dan istri ditinggal kafil-nya. Namun, lanjut Rizieq, masalah ini terpecahkan karena pihak Arab Saudi membantunya.

“Jam empat sore itu kita berkutat. Tapi alhamdulillah otoritas Saudi membantu kita. Mereka juga kaget. ‘Ini ada apa kok pembatalan bisa begini?’, mereka enggak pernah alami,” ujarnya.

Akhirnya, Rizieq menambahkan, sekitar pukul 17.00 sore setempat semua gangguan bisa teratasi. Sehingga pada pukul 18.00 sore, menurut Rizieq, pihaknya sudah bisa masuk ke ruang tunggu dan pukul 19.00 sudah bisa berangkat.

“Alhamdulillah. Kalau Allah sudah menentukan kita pulang, mau kekuatan apa pun yang mencoba untuk menghalangi tidak akan pernah mampu melawan kehendak Allah,” katanya.