Penyaluran Pupuk Bersubsidi, Tanjabtim Siap Jalankan Program Kartu Tani

MONITOR, TANJABTIM – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) meluncurkan program Kartu Tani guna memudahkan penyaluran pupuk subsidi. Program kartu tani ini sudah mulai berjalan sejak beberapa waktu yang lalu.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) menjelaskan, pada dasarnya kartu tani merupakan kartu debit seperti ATM dan bisa digunakan para petani untuk berbagai kebutuhan dan memenuhi keperluan pertaniannya.

“Keberadaan kartu tani diharapkan membawa dampak yang positif bagi semua kalangan. Tidak hanya bagi pemerintah dan pihak terkait saja, melainkan yang paling penting adalah manfaat bagi para petani,” ujar Mentan SYL, Senin (9/11).

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy menjelaskan, dengan memiliki Kartu Tani, petani mendapat kepastian dalam memperoleh pupuk bersubsidi.

“Dengan adanya kartu tani, nantinya para petani dapat menggunakannya dalam membeli pupuk bersubsidi. Langkah seperti ini juga efektif dalam menyalurkan pupuk bersubsidi tepat sasaran,” jelas Sarwo Edhy.

Dengan menggunakan kartu tani, para petani pun dapat mengajukan kredit usaha di lembaga perbankan dan keuangan yang telah ditunjuk oleh pemerintah. Kartu tani ini pun digunakan untuk memverifikasi data para petani ketika melakukan pengajuan pinjaman kredit usaha.

“Dengan demikian, semua proses akan berjalan lancar karena data-data yang ada langsung masuk ke kartu tani tersebut,” jelasnya.

Tidak hanya itu, lanjut Sarwo Edhy, manfaat kartu tani yang bisa dirasakan oleh para petani ialah kemudahan dalam mendapatkan bantuan sosial maupun subsidi. Terutama untuk bidang pertanian dan beberapa program nasional kementerian terkait.

“Contohnya saja program bantuan sosial Kementerian Keuangan, Kementerian Koperasi dan Kementerian Pertanian yang memiliki andil besar dalam memajukan dan memfasilitasi kebutuhan petani di Indonesia,” terang Sarwo Edhy.

Kasi Pupuk dan Alsintan, Dinas Pertanian Tanjabtim, Siswanto mengatakan, berkaitan dengan Kartu Tani ini berawal dari muaranya Rencana Definitif Kebutuhan Kelompoktani (RDKK) yang dibuat oleh kelompok tani, yang didampingi oleh penyuluh.

Untuk tahun 2020, RDKK Tanjabtim sebanyak 14.977 petani. Namun yang tercetak kartunya oleh Kementrian baru 10.622 petani. Sementara yang sudah tersalurkan dari bulan Agustus kemarin sampai 16 Oktober 2020 kemarin sebanyak 3.093 kartu tani yang sudah tersalurkan, jadi sisa masih ada 7.529 kartu.

“Fungsi dari kartu tani sendiri berkaitan dengan nanti penyaluran pupuk subsidi. Jadi pada tahun 2021 kalau memang sudah difungsikan, dalam penebusan pupuk subsidi ini petani menggunakan kartu tani yang berdasarkan RDKK aplikasi,” ujar Siswanto.

Siswanto melanjutkan, untuk Kartu Tani itu nanti isinya kuota pupuk sesuai dengan RDKK yang disusun oleh masing-masing petani dalam kelompok tani. Jadi setiap petani berbeda-beda isi kuotanya nanti.

“Penebusannya nanti sesuai dengan musim tanam yang telah berjalan. Pada dasarnya nanti, petani yang tidak terdaftar kelompok tani, yang tidak menyusun RDKK dan tidak mendapatkan kartu tani, tidak bisa mendapatkan pupuk subsidi,” jelasnya.

Kartu tani di Kabupaten Tanjabtim mulai disalurkan bulan Agustus 2020, karena tidak boleh mengumpulkan petani secara beramai-ramai, Dinas Pertanian kemudian memfasilitasi Bank Mandiri dalam pengiriman kartu tani ini.

“Kami mengadakan pertemuan di Satker BPP tingkat Kecamatan. Dibantu oleh rekan-rekan penyuluh pertanian untuk pendaftaran blangko aplikasinya,” pungkasnya.