Pengamat Sebut Pilpres AS ‘Dejavu’ Momentum Pilpres Indonesia

Pengamat Pemilu dan Demokrasi Titi Anggraini (dok: infopemilu)

MONITOR, Jakarta – Proses Pemilihan Presiden (Pilpres) Amerika Serikat 2020 mengingatkan pada momentum Pilpres 2019 di Indonesia. Pengamat Pemilu dan Demokrasi, Titi Anggraini, menilai ada persamaan proses yang dilewati dalam kedua penyelenggaraan Pemilu dua negara ini.

Klaim atas indikasi kecurangan penghitungan suara hasil Pemilu menjadi persamaan atas Indonesia dan AS. Titi mengatakan, dugaan kecurangan ini akan berdampak pada integrasi penyelenggaraan pemilu.

“Duh dejavu ke masa-masa jelang dan pasca pemungutan suara Pemilu Indonesia 2019. Tidak ada pemilu yang 100% bersih, namun mengklaim pemilu berlangsung curang hanya berdasar klaim sepihak sangat menciderai integritas pemilu bukan hanya saat ini, tapi juga berdampak jangka panjang,” ujar Titi Anggraini dalam keterangannya di laman Twitter, Senin (9/11).

Titi menilai, klaim para tokoh politik juga akan mewarnai adanya hegemoni politik identitas yang kian terbelah. Bahkan, klaim negatif terhadap penyelenggaraan pemilu akan mempengaruhi persepsi para pendukung dan elemen masyarakat.

“Di tengah polarisai karena hegemoni identitas yang membelah, klaim tokoh politik bahwa pemilu berjalan curang akan membuat memori kolektif jangka panjang diantara pendukung yang berbuah stigma dan ketidakpercayaan pada organ-organ pemilu khususnya penyelenggara pemilihan. Civic culturepun luntur,” pungkas eks Direktur Eksekutif Perludem ini.