Negara Sekutu AS Ramai-ramai Ucapkan Selamat kepada Joe Biden

Jerman, Kanada dan Prancis merupakan negara-negara pertama yang mengakui kemenangan Joe Biden.

Presiden AS terpilih di Pilpres 2020, Joe Biden. (Andrew Harnik/Reuters)

MONITOR, Jakarta – Sejumlah sekutu terbesar dan terdekat Amerika Serikat (AS) langsung mengucapkan selamat kepada Joe Biden dan mengakui kemenangan kandidat dari Partai Demokrat itu dalam Pilpres AS 2020 meski Presiden Petahana Donald Trump masih belum menyerah. 

Jerman, Kanada dan Prancis yang memiliki hubungan renggang dengan pemerintahan Donald Trump meski merupakan mitra di G7 dan NATO, merupakan negara-negara pertama yang mengakui kemenangan Joe Biden tak lama setelah jaringan televisi AS mengumumkan kabar tersebut.

“Saya menantikan kerja sama ke depannya dengan Presiden Biden. Persahabatan trans-Atlantik kita tak tergantikan jika kita ingin menguasai tantangan yang luar biasa di zaman kita,” tulis Kanselir Jerman, Angela Merkel, di Twitter, Sabtu (7/11/2020).

Lebih lanjut, Menteri Keuangan Jerman Olaf Scholz, mengisyaratkan bahwa Pemerintahan Joe Biden nantinya akan menandai kembali hubungan trans-Atlantik. “Kini ada peluang untuk babak baru dan yang menarik dalam hubungan trans-Atlantik,” ujarnya.

Sementara itu, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, mengatakan bahwa dirinya berharap dapat mengatasi tantangan terbesar dunia dengan pemerintahan baru AS, termasuk perubahan iklim, sebuah isu yang di dalamnya banyak negara berselisih pendapat dengan Donald Trump.

Kemudian, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, yang menjalin hubungan jauh lebih mulus dengan Donald Trump, juga menyinggung tema perubahan iklim ketika mengucapkan selamat kepada Joe Biden.

“AS merupakan sekutu terpenting bagi kami dan saya menantikan kerja sama yang erat mengenai prioritas kita, mulai dari isu perubahan iklim sampai isu perdagangan dan keamanan,” katanya.

AS pada Rabu (4/11/2020) resmi keluar dari Perjanjian Paris tentang pembatasan emisi gas rumah kaca, memenuhi janji Donald Trump untuk menarik negaranya yang penghasil emisi terbesar kedua dunia itu dari pakta tersebut.

Namun, Joe Biden telah berjanji akan membawa AS bergabung kembali dengan pakta tersebut jika ia terpilih menjadi presiden.

“Trump dipastikan kalah dalam pemilu. Ini berita baik untuk planet ini, karena sayap kanan global kehilangan aset politik terkuatnya,” ungkap Wakil Perdana Menteri Spanyol, Pablo Iglesias, yang beraliran ekstrem kiri.

Irlandia, yang konon merupakan negara asal moyang Joe Biden, menyebut bahwa ia sebagai Presiden ke-46 AS, meski Donald Trump menuding Joe Biden ‘bergegas untuk berpura-pura sebagai pemenang’. Donald Trump, tanpa bukti, menuduh ada kecurangan dalam pemilihan.

“Irlandia bangga dengan terpilihnya Joe Biden dalam pemilhan, seperti halnya kami bangga pada seluruh generasi perempuan dan pria Irlandia serta leluhur mereka, yang dengan kerja keras dan kecerdasan mereka telah memperkaya keragaman yang memperkuat Amerika,” kata Perdana Menteri Irlandia, Micheal Martin, melalui pernyataan.

Sumber: Reuters