Kementan Berikan Bantuan 47 Unit Alsintan di Kutai Kartanegara

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy

MONITOR, Kukar – Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mendapat bantuan sarana pertanian berupa Alat Mesin Pertanian (Alsintan) sebanyak 47 unit. Bantuan tersebut akan disalurkan ke sejumlah Kelompok Tani (Poktan) yang tersebar di wilayah Kukar.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, pemberian Alsintan ini diberikan kepada 2 kategori. Kategori pertama adalah masyarakat yang merupakan Kelompok Tani (Poktan), Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), usaha pelayanan jasa alsintan (UPJA), Koporasi Petani dan Kelomppok Usaha Bersama (KUB) serta masyarakat tani.

“Kategori kedua adalah Pemda Provinsi, Kabupaten/Kota dan Korem/Kodim. Untuk itu, sebelum mengajukan bantuan Alsintan, kami akan pastikan petani sudah termasuk ke dalam dua kategori tersebut,” ujar Mentan SYL, Senin (9/11).

Menurutnya, hal tersebut penting dilakukan, sehingga peralatan mesin pertanian yang dibutuhkan dapat terpenuhi dengan baik. Selain itu, juga untuk memastikan Alsintan yang diberikan benar-benar dimanfaatkan.

“Karena bantuan Alsintan umumnya hanya akan diberikan kepada petani yang berkontribusi aktif terhadap peningkatan hasil pertanian untuk bangsa Indonesia,” tegas Mentan SYL.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edhy mengatakan, apabila alsintan bisa dikelola dengan baik akan memberi penghasilan tambahan bagi Poktan atau Gapoktan. Poktan atau Gapoktan bisa membentuk UPJA, koperasi dan kelompok usaha bersama (KUB) untuk mengembangkan alsintan bantuan pemerintah.

“Alsintan yang dikelola UPJA di sejumlah daerah sudah banyak yang berhasil. UPJA terbukti bisa memberikan nilai tambah kepada poktan atau gapoktan,” kata Sarwo Edhy.

Menurut Sarwo Edhy, bantuan alsintan ke petani harus bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin. Sebab, petani yang menggunakan alsintan usaha taninya lebih efektif dan efisien.

“Kalau dulu petani membajak sawah dengan alat tradisional butuh waktu 5-6 hari per hektare. Dengan memanfaatkan traktor, petani hanya butuh waktu 3 jam per ha. Sehingga, penggunaan alsintan 40 persen lebih efisien,” tuturnya.

Alsintan tersebut kalau dikelola dengan baik bukan hanya mendorong indeks pertanaman (IP) petani dari yang semula 2 kali per tahun menjadi 3 kali per tahun, tapi juga meningkatkan produktivitas tanaman.

“Kami berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan untuk peningkatan produksi tanaman padi dan palawija dalam rangka meningkatkan produksi pangan,” pungkasnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Kadistanak) Sutikno mengatakan, bahwa bantuan tersebut berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kukar.

Alsintan dari APBN di antanya, tracktor 10 unit, cultivator 15 unit, corn sheller 3 unit, traktor roda 4 sekitar 6 unit, power thresher 12 unit, hands spayer 10 unit, dan combine harvester. Sementara dari APBD memberikan sarana pertanian seperti kapur sebanyak 4.000 hektar, mesin pompa air dan hands sprayer 11.895 unit.

“Alhamdulillah tahun ini kita mendapat bantuan dari APBN dan APBD,” kata Sutikno.

Bantuan Alsintan tersebut sudah dibagikan ke masyarakat, dari 18 kecamatan yang sudah terealisasi sekitar 15 kecamatan dan 3 kecamatan yang belum yakni Kenohan, Kembang Janggut dan Tabang.

Ia menambahkan, data kelompok tani di Kukar sekitar 2.400, dengan rata-rata pada tiap kelompoknya sekitar 20 sampai 30 orang.

“Jadi jumlah kelompok tani dikali jumlah perkelompoknya itu yang harus dibagikan,” tambahnya.

Sutikno menyebutkan, dengan pertanian yang sudah modernisasi, para petani dimanjakan dengan sarana pertanian Alsintan tersebut.

“Senjatanya petani kan hands sprayer, hands sprayernya elektrik, kita manjakan sekarang petani itu,” tutupnya.