Asa Tiga Anak SMA Kartika Kendari Jadi Prajurit TNI AD Kian Terbuka

“Dari 264 orang pemuda Sultra di dalamnya terdapat tiga orang lulusan SMA Kartika XX-2”

Siswa Calon Tamtama Prajurit Karir (Cata PK) Gelombang II 2020 TNI di Bandara Sultra, Minggu (8/11/2020). (Penrem 143/HO)

MONITOR, Kendari – Tidak hanya sekadar mimpi, setelah dinyatakan lulus dari Sub Panda Korem 143/HO, asa dari tiga anak lulusan SMA Kartika XX-2 Kendari untuk menjadi prajurit TNI AD semakin terbuka.

Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 143/HO, Mayor Arm Sumarsono, mengungkapkan bahwa dalam penerimaan prajurit Calon Tamtama Prajurit Karir (Cata PK) Gelombang II 2020 kali ini, Sub Panda Korem 143/HO mengirimkan sejumlah 264 pemuda Sulawesi Tenggara (Sultra) yang memenuhi syarat dan melalui seleksi yang ketat selama 11 hari.

“Seleksi tingkat Sub Panda dimulai tanggal 26 Oktober dan diumumkan tanggal 5 November. Dari 264 orang pemuda Sultra di dalamnya terdapat tiga orang lulusan SMA Kartika XX-2, yaitu sekolah yang di bawah naungan yayasan Kartika Jaya,” ungkapnya dalam keterangan tertulis yang diterima MONITOR, Jakarta, Minggu (8/11/2020).

Bagi Korem 143/HO, menurut Sumarsono, capaian tiga pemuda lulusan SMA Kartika menjadi calon prajurit itu merupakan hal yang membanggakan.

“Memang kontras, mereka sekolah di tempat naungan TNI AD tapi sangat jarang yang jadi prajurit,” ujarnya.

“Tapi alhamdulillah, kali ini dari delapan orang yang mendaftar, tiga diantaranya berhasil membuktikan bahwa mereka mampu berkompetisi dengan para pemuda lainnya untuk menjadi prajurit TNI AD dan berangkat mengikuti seleksi tingkat pusat di Makassar,” kata Sumarsono melanjutkan.

Adapun tiga orang lulusan SMA Kartika Kendari yang masih melanjutkan ke tingkat pusat tersebut yaitu Baharudin (21), Arhamudin (19) dan Diki Wahyudi (19).

“Ketiganya bukan anak KBT (Keluarag Besar Tentara) seperti Diki Wahyudi orang tuanya penjual makanan kaki lima, Baharudin orang tuanya jualan kerupuk di lampu merah dan orang tua Arhamudin penjual ikan kelilling,” ungkap Sumarsono.

Menurut Sumarsono, ketiganya berkeinginan kuat untuk menjadi prajurit dan berlatih secara mandiri dan sesekali bergabung berlatih bersama anggota Jasmani Korem 143/HO.

“Usaha yang maksimal ditambah doa yang tulus dari orang tuanya semoga bisa mengantar mereka menjadi prajurit TNI AD kali ini,” ujarnya.

“Keberhasilan mereka mewujudkan asanya tidak saja menjadi kebanggaan mereka dan keluarganya namun juga bagi yayasan Kartika Jaya khususnya dan Sultra secara umum,” kata Sumarsono melanjutkan.

Sementara itu, saat ditemui sebelum keberangkatan ke Makassar, Sabtu (7/11/2020), Baharudin mengungkapkan bahwa menjadi seorang prajurit adalah cita-citanya sejak dulu sebagai jalan untuk mengabdi pada Negara dan tentunya juga untuk membahagiakan orang tuanya.

“Keinginan menjadi prajurit sudah lama saya cita-citakan, saya bangga untuk menjadi tentara,” ungkapnya.

Pun demikian dengan sang Ibunda yakni Wa Ode Dia yang menyatakan bahwa dirinya sangat gembira karena anaknya lolos seleksi di tingkat pusat.

“Syukur alhamdullillah, moga Burhanuddin lulus dan bisa jadi tentara,” ujarnya.

Diki Wahyudi saat ditemui di bandara juga menyampaikan hal serupa dengan rekannya, dimana dirinya sangat berkeinginan untuk menjadi prajurit.

“Saya ingin mengabdi menjadi tentara dan membuat bangga keluarga,” kata anak dari Ngat Muri yang sehari-hari berjualan makanan sebagai pedagang kaki lima di Kendari itu.

Sementara itu, Aludin, ayah dari Arhamudin yang sehari-sehari berjualan ikan keliling juga tidak dapat menyembunyikan rasa gembira dan berharap agar cita-cita anaknya dapat terwujud.

“Kami orang tua selalu mendoakan moga dia bisa mewujudkan cita-citanya mengabdi kepada Nusa dan Bangsa, kami bangga pada mereka,” ungkapnya.