71,8 Persen Masyarakat Akui Bangga Dipimpin Jokowi-Ma’ruf, Ini Buktinya

Presiden Joko Widodo dan Wapres Ma'ruf Amin memimpin Sidang Kabinet perdana (dok: IG Jokowi)

MONITOR, Jakarta – Rakyat Indonesia sebagian besar merasa bangga atas kepemimpinan Joko Widodo – Ma’ruf Amin. Hal ini terbukti dari hasil survei nasional yang dilakukan lembaga Populi Center.

Dari hasil surveinya, total sebanyak 71,8 persen masyarakat Indonesia mengaku bangga dipimpin Presiden Jokowi dan Ma’ruf Amin.

“Masyarakat mengaku bangga ketika dipimpin oleh Jokowi dengan persentase 71,8 persen, sedangkan sebesar 23,6 persen masyarakat menjawab tidak bangga,” ujar Peneliti Populi Center, Nurul Fatin Afifah, melalui keterangan tertulis, Senin (9/11).

Dari sisi kinerja pemerintah Jokowi-Ma’ruf, hasil survei menunjukkan sebanyak 68,7 persen masyarakat menganggap pemerintah sudah baik selama setahun pemerintahan.

Namun dari sisi ketidakpuasan, masyarakat sebanyak 25,6 persen menjawab buruk. Sisanya sebanyak 5,3 persen masyarakat yang menjawab tidak tahu atau tidak menjawab pertanyaan.

“Hasil ini menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat masih menilai baik setahun pemerintahan Joko Widodo-KH. Ma’ruf Amin,” ujar Nurul.

Lebih lanjut, hasil survei menemukan, tingkat kepuasan masyarakat terhadap pemerintah berada di angka 60,7 persen.

Dari 60,7 persen, riancianya 53,2 persen merasa puas dan 7,5 persen sangat puas. Nurul menyebut, angka ini mengalami penurunan dibandingkan survei bulan November 2019 sebesar 65,1 persen.

Pada survei tahun lalu, hasilnya masyarakat yang puas pada kinerja Jokowi 65,1 persen, sedangkan yang tidak puas 36,1 persen. Dari 33,3 persen tidak puas dan 2,8 persen sangat tidak puas.

“Angka ini naik dibanding survei sebelumnya yakni 17,7 persen,” ujar Nurul.

Nurul menduga penurunan tersebut dipengaruhi oleh pandemi Covid-19 yang menyebabkan kinerja pemerintahan Jokowi kurang optimal.

Survei tersebut dilakukan secara nasional dimulai tanggal 21 hingga 30 Oktober 2020 di 100 kabupaten/kota yang tersebar secara proposional di 34 provinsi di Indonesia.

Metode yang dilakukan yaitu wawancara tatap muka dengan besaran sampel 1.000 responden yang dipilih secara acak bertingkat (multistage random sampling). Adapun margin of error pada survei kali ini sebesar 3,10 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen dengan menggunakan pendanaan internal.