Warga Depok Diminta Tetap Terapkan Prokes dan Tak Golput di Pilwalkot 2020

Foto: Boy Rivalino

MONITOR, Depok – Politisi PDI Perjuangan yang juga menjabat sebagai Koordinator Satgas Lawan Covid-19 DPRD Provinsi Jawa Barat, Waras Wasito mengajak warga untuk tetap menerapkan protokol kesehatan meski grafik kasus covid-19 di Kota Depok sudah melandai.

“Virus Covid-19 di Kota Depok sudah melandai. Depok telah keluar dari zona merah. Tapi protokol kesehatan harus tetap dijaga,” kata Waras Wasisto saat ditemui di Jalan Margonda, Kota Depok, Minggu (08/11).

Dikatakan Waras Wasito, pihaknya terus berupaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Alhamdulillah Depok sudah keluar dari zona merah. Saat ini ada beberapa wilayah zona oranye dan kuning. Masyarakat tak perlu panik. Tapi, tetap menjaga protokol kesehatan seperti yang dianjukan pemerintah,” kata Waras.

Menyinggung soal Pilwalkot Depok pada 9 Desember mendatang, Waras berharap masyarakat menggunakan hak pilihnya untuk menentukan masa depan kotanya. Tidak perlu takut untuk datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“Jika Depok ingin berubah, sebaiknya gunakan hak pilih Anda dan jangan golput. Ayo datang ke TPS. Tentu tetap menjaga protokol kesehatan,” ujarnya.

Selain itu, Waras berharap Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok bekerja lebih keras untuk mengajak masyarakat datang ke TPS pada 9 Desember mendatang.

Sebab, menurut Waras, suksesnya demokrasi, bukan dilihat dari siapa pemenangnya. Namun dari jumlah partisipasi pemilih yang datang ke TPS. Dia menilai KPU Kota Depok masih kurang melakukan sosialiasi.

“Coba amati di sepanjang jalan Margonda, saya tidak melihat ada spanduk KPU yang berisi imbauan kepada masyarakat untuk datang ke TPS,” ungkapnya.

Waras menjelaskan, banyak cara untuk melakukan sosialisasi ke masyarakat. Dia mencontohkan dengan pemasangan spanduk, postter, penyuluhan dan lainnya.

“Saya tidak tahu apakah ada TPS keliling pada 9 Desember nanti. Jika itu memungkinkan saya rasa sangat baik,” pungkas Waras ketika ditanya cara mengantisipasi kemungkinan enggannya warga datang ke TPS.