PEMERINTAHAN

Mendes paparkan SDGs Desa sebagai Program Prioritas Kemendes PDTT

MONITOR, Bima – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar menggelar silaturahmi dengan Pemerintah Kabupaten Bima di Marina Inn Hotel, Jumat (6/11/2020) malam dan memberikan bantuan kapal secara simbolis.

Dalam pertemuan itu, Menteri Halim memaparkan soal program prioritas Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) yaitu SDGs Desa. Pijakan hukum program ini Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2011 tentang Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Dengan ini, kata Gus Menteri, sapaan akrabnya, prioritas pembangunan agar desa menjadi maju dan tidak ada yang tertinggal dengan diksi-diksi yang disederhanakan jadi SDGs Desa yang jadi arah pembangunan desa.

“Misalnya Desa tanpa kelaparan, desa tanpa kemiskinan, desa peduli perempuan, desa peduli pendidikan yang dilakukan oleh desa bersama seluruh jajaran pemerintahan agar terjadi percepatan pembangunan di desa,” kata Gus Menteri.

Fokus pembangunan Kemendes PDTT itu berada di luar Jawa, utamanya itu di wilayah timur. Nusa Tenggara Barat butuhkan penanganan yang cukup intensif makanya Lembaga Donor yang bermitra dengan Kemendes PDTT juga diminta untuk fokus ke NTB karena daerah ini dinilai menjadi penyeimbang dari berbagai sudut perspektif pembangunan.

Gus Menteri mengatakan, imbas dari pandemi Covid-19, pertumbuhan ekonomi Indonesia minus hingga tiga persen. Penopang utama hingga bisa bertahan adalah sektor pertanian.

Data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan jika pertanian adalah segmen ekonomi yang paling tangguh hari ini hingga pertumbuhan ekonomi Indonesia jauh di atas Singapura dan Malaysia.

Agro Industri menjadi bagian penting untuk bangun kekuatan di sektor pertanian, termasuk juga ketahanan pangan. Kemendes PDTT sedang merancang ulang pembangunan desa yang tidak hanya bertumpu pada aspek kewilayahan tapi juga aspek kewargaan.

Mulai tahun 2021, arah pembangunan desa dibuat secara utuh, lengkap, holistik, dan dinarasikan sesederhana mungkin agar siapapun yang memahami dan menjalankan arah pembangunan desa bisa mencerna dengan baik agar bisa lebih merancang arah pembagunan desa seperti yang dicita-citakan.

Salah satunya Desa Tanpa Kemiskinan dan kelaparan. Salah satu tolak ukur desa tanpa kemiskinan yaitu Aparat Desa sukses mendata warga desa yang memang layak untuk mendapatkan pendampingan dan Jaring Pengamanan Sosial.

“Ini salah satu tolak ukur karena sulit wujudkan untuk benar-benar tidak ada warga desa yang miskin,” kata Doktor Honoris Causa dari UNY ini.

Gelontoran bantuan yang dikucurkan oleh Pemerintah, mulai dari PKH, Bansos, BLT Dana Desa hingga Kartu Prakerja itu bertujuan agar tidak ada lagi warga yang tidak menerima bantuan.

Buktinya, bicara yang dikelola di Kementerian Ketenagakerjaan itu dialokasikan 16 juta penerima tapi yang terpakai hanya 12 juta penerima.

Jika melihat hal itu, maka tugas Kepala Desa adalah mencermati dari rumah ke rumah untuk memastikan agar warga yang berhak bisa menerima Jaring Pengaman Sosial.

Begitu juga dengan Desa Peduli Pendidikan. Ketika akses untuk peroleh pendidikan tidak memungkin karena pengaruh kondisi alam, olehnya dibutuhkan kreatiftas desa menolah anggaran agar semua anak usia sekolah bisa peroleh pendidikan.

“Desa harus berkreasi dengan bekerja sama dengan Pemerintah dan Dinas Pendidikan agar dibuatkan Pake A, Paket B hingga Paket C agar peroleh akses pendidikan,” kata Mantan Ketua DPRD Jawa Timur ini.

Kemendes PDTT, lanjut Halim berharap pembangunan desa bertumpu pada dua segmen yaitu Kewilayahan dan Kewargaan yang tertangani dengan seimbang. “Desa tidak hanya terfokus pada kewilayahan seperti soal infrastruktur desa atau jalan desa tapi tidak pikirkan segmen kewargaan,” katanya.

Pada kesempatan itu, Kemendes PDTT pun menyerahkan secara simbolis bantuan kapal barang 32 GT kepada Pemerintah Kabupaten Bima. Kemendes PDTT melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Daerah Tertinggal memberikan bantuan kapal barang sebagai penunjang konektivitas, aksesibilitas, dan pengembangan ekonomi daerah.

Turut hadir dalam silaturahmi itu Nyai Lilik Umi Nashriyah, Dirjen PDTu Aisyah Gamawati, Kepala Balilatfo Eko Sri Haryanto, Irjen Ekatmawati, pejabat Kemendes PDTT, Pejabat di lingkup Pemkab Bima.

Recent Posts

Panglima TNI Tinjau Langsung Lokasi Longsor Cisarua

MONITOR, Jakarta - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto meninjau langsung lokasi bencana tanah longsor…

4 jam yang lalu

Sambut Ramadan, Prabowo Doakan Bangsa Selalu dalam Lindungan Allah

MONITOR, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mendoakan bangsa Indonesia senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT…

6 jam yang lalu

M. Zian Fahrezi, Qari Cilik NTB Juara I MTQ Internasional Irak

MONITOR, Jakarta - Indonesia kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional. Dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an…

8 jam yang lalu

Persiapan Pelayanan Lebaran 2026, Jasa Marga dan Korlantas Polri Kolaborasi Tingkatkan Keamanan, Ketertiban dan Kelancaran di Jalan Tol

MONITOR, Surabaya - Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan A. Purwantono menyerahkan kendaraan…

13 jam yang lalu

DPR: Praktik Keparlemenan Harus Muara pada Kesejahteraan Rakyat

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua DPR RI/Kordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, Cucun Ahmad Syamsurijal, menegaskan bahwa…

16 jam yang lalu

Wamenag: Rumah Ibadah Harus Jadi Pusat Pelayanan Kemanusiaan

MONITOR, Jakarta - Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Syafi’i menegaskan bahwa rumah ibadah tidak hanya…

19 jam yang lalu