Eks Danjen Kopassus Sebut Tugas Babinsa Kian Berat

Menurut Mayjen Cantiasa, saat ini bukan lagi era perang konvensional, tapi perang ideologi, politik, sosial dan budaya.

Pangdam XVIII/Kasuari yang juga mantan Danjen Kopassus, Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa, saat memberikan pengarahan di Makodim 1807/Sorsel, Papua Barat, Rabu (4/11/2020). (Pendam XVIII/Kasuari)

MONITOR, Jakarta – Panglima Kodam (Pangdam) XVIII/Kasuari, Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa, mengungkapkan bahwa saat ini bukan lagi eranya perang konvensional, sehingga tugas TNI yang paling berat saat ini adalah yang diemban Bintara Pembina Desa (Babinsa).

Hal itu disampaikan oleh Nyoman Cantiasa di hadapan Prajurit Kodim 1807/Sorong Selatan (Sorsel) dan 120 personel Satuan BKO Apter yang betugas di wilayah Sorsel di Markas Kodim 1807/Sorsel di Distrik Wayer, Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat, Rabu (4/11/2020).

Dalam kesempatan itu, Cantiasa juga menegaskan kembali visi dan misinya selama menjabat sebagai Pangdam XVIII/Kasuari, yaitu mewujudkan Prajurit TNI AD yang Profesional dan Dicintai Rakyat serta menjadi Ksatria Pelindung Rakyat.

“Yang dihadapi TNI AD ke depan bukan lagi perang konvensional, tetapi kita dihadapkan pada perang ideologi, politik, sosial dan budaya. Hal ini menjadikan tugas Babinsa semakin berat,” ungkapnya dalam keterangan tertulis yang diterima MONITOR, Jakarta, Kamis (5/11/2020) malam.

“Kalian (Babinsa) harus bisa menyelesaikan permasalahan yang terjadi di masyarakat. Kalian harus bisa merebut hati rakyat. Untuk itu, Prajurit harus manunggal dengan rakyat. Tidak boleh bermasalah dengan rakyat. Toleransi antar umat beragama di Papua dan Papua Barat sangat baik di seluruh Indonesia, itu harus dijaga,” ujar Cantiasa melanjutkan.

Mantan Danjen Kopassus itu mengatakan, hidup adalah perjalanan dan jabatan adalah ujian. Jadi, menurut Cantiasa, jangan melakukan pelanggaran. Sebab, prajurit yang melakukan pelanggaran akan dihadapkan dengan hukum yang berlaku di TNI AD.

“Sebagai gambaran, waktu di dalam kehidupan saya, habis untuk bertugas di daerah konflik. Oleh karena itu, saya minta kalian harus betah di Kodim 1807/Sorsel dan laksanakan tugas dengan tulus dan ikhlas,” katanya.

Didampingi Danrem 181/PVT Brigjen TNI Indra Heri dan beberapa pejabat Kodam XVIII/Kasuari, kunjungan kerja Cantiasa ke wilayah Sorsel kali ini disambut tarian adat setempat dan pengalungan bunga sebagai bentuk ucapan selamat datang,  dilanjutkan menerima paparan satuan tentang situasi, kondisi dan dinamika tugas Kodim 1807/Sorsel dari Letkol Inf Batara Alex Bulo selaku Dandim.

“Jaga kekompakkan, jaga persatuan dan kesatuan. Kita harus menjaga sinergitas dengan mitra Kepolisian,” ungkap Cantiasa.

Usai pengarahan, Cantiasa pun menyerahkan bantuan berupa satu unit Motor Viar untuk operasional satuan dan Masker bagi para prajurit Kodim dan keluarganya, serta menanam pohon kenangan di aeral Makodim 1807/Sorsel.