Persentase Sembuh Covid-19 Naik, Jokowi: Jangan Terlena!

Presiden Joko Widodo (dok: Setkab.go.id)

MONITOR, Jakarta – Secara bertahap persentase kesembuhan Covid-19 di Indonesia mengalami kenaikan. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan total jumlah pasien yang sembuh dari kasus Covid-19 mencapai 349.497 orang atau 83,5 persen dari total kasus terkonfirmasi positif yang mencapai 418.375 orang.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nasional Reisa Broto Asmoro menyebutkan bahwa tren tersebut merupakan kabar baik bagi aspek penanganan Covid-19 yang mencakup 3T yakni tracing atau penelusuran, testing atau pemeriksaan dan treatment atau perawatan.

Presiden Joko Widodo sebelumnya telah mengingatkan seluruh pihak untuk terus memperbaiki pencapaian dalam hal penanganan pandemi Covid-19 dan tidak terlena dengan indikator-indikator angka yang menunjukkan keberhasilan Indonesia dalam menangani pandemi.

Oleh karena itu, Presiden mengingatkan jajarannya agar tetap waspada dan jangan sampai teledor dalam upaya perang melawan pandemi pandemi. Munculnya gelombang kedua di sejumlah negara hendaknya menjadi perhatian dan pembelajaran dalam hal penanganan pandemi Covid-19 di Tanah Air.

Jokowi juga mengutip beberapa indikator penanganan Covid-19, yang mencakup kasus positif, kasus aktif, kasus kesembuhan, dan kasus meninggal. Untuk kasus aktif dan kasus kesembuhan, persentase angka yang ditorehkan oleh Indonesia lebih baik dibandingkan dengan rata-rata dunia.

Pada kasus aktif, persentase Indonesia lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata dunia. Sementara itu pada kasus kesembuhan, persentase Indonesia jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata dunia yang masih berkisar di angka 72 persen.

“Kita memiliki kasus aktif sebesar 13,78 persen, lebih rendah dari rata-rata dunia kasus yang aktifnya 25,22 persen. Angka kesembuhan kita juga sekarang di angka 82,84 persen, rata-rata dunia 72 persen. Jadi angka kesembuhan kita juga lebih baik. Tetapi ini agar diperbaiki lagi,” tegasnya.

Dalam upaya penanganan pandemi Covid-19 saat ini Jokowi menegaskan bahwa pemerintah fokus menjaga titik keseimbangan antara penanganan kesehatan dan pemulihan ekonomi.