Anggota TNI Dianiaya Klub Moge, DPR: Tindak Tegas, Jangan Sok Hebat!

Wakil Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Ahmad Sahroni.

MONITOR, Jakarta – Kasus penganiayaan dua anggota TNI oleh pengendara motor gede (moge) dari klub Harley Owners Group (HOG) di Bukit Tinggi, Sumatera Barat menuai berbagai reaksi dan kecaman. tak terkecuali Wakil Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Ahmad Sahroni.

Ia menyayangkan sikap oknum pengendara motor gede tersebut, ia menegaskan, arogansi di jalanan adalah hal yang tidak dapat dibenarkan. ia menghimbau kepada kepolisian agar menindak tegas para pelakunya tersebut.

“Arogansi tidak baik bagi siapapun. Jangan sok hebat, arogan dan main kekerasan di jalan. Mau geng motor besar atau kecil, yang arogan-arogan seperti ini harus ditindak sangat tegas oleh polisi,” ujarnya kepada wartawan, Senin (2/11).

Politikus Nasdem itu mengatakan, seharusnya sesama pengguna jalan harus saling menghargai penguna jalan, sekalipun ada petinggi komunitas tersebut namun sopan santun merupakan prioritas utama kepada pengguna jalan yang lain.

“Sekalipun ada pihak yang merupakan mantan petinggi di dalam Komunitas tersebut, mereka harusnya mengajarkan hal yang baik dalam perjalanan dengan saling santun dan bersapa kepada semua pihak di jalan,” tambahnya.

Ia juga mengimbau, agar kepada para anggota komunitas apapun yang merupakan pengguna jalan untuk menjaga sopan santun dan bijaksana dalam menggunakan fasilitas umum seperti jalanan.

“Mau apapun komunitasnya, apakah moge, sepeda, lari, atau apapun itu, tetap harus menjaga sopan santun. Jaga nama baik klub dan kendaraan. Ini untuk pelajaran bagi semua komunitas dalam era modern ini bahwa kita harus bijak, jangan seenaknya memukuli orang,” pungkasnya.