Arus Balik, Dishub DKI: Pengawasan Protokol Kesehatan di Rest Area Harus Ketat

Ilustrasi gambar: Arus lalu lintas di Jalan Tol pada arus balik 2019

MONITOR, Jakarta – Menghadapi arus balik liburan panjang, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI, meminta pengelola rest area disepanjang Jalan Tol atau Jalan arteri untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Hal tersebut guna mengantisipasi resiko penularan virus Corona pada arus balik.

“Pelaksanaan protokol di rest area memang harus diawasi karena pengguna angkutan umum, pengguna kendaraan pribadi itu akan berkumpul dan numplek di sana, karena mereka akan beristirahat sementara karena kondisi kelelahan,”ujar Kepala Dishub DKI Jakarta, Syafrin Liputo, saat dihubungi wartawan.

“Jika protokol kesehatan di rest area tidak dilaksanakan dengan baik maka potensi terjadinya penularan besar,” katanya.

Untuk itu Syafrin meminta, kepada pengelola jalan tol atau di sejumlah jalur arteri melakukan pengawasan Prokes 3M (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak) dengan ketat.

“Kalau perlu di beberapa tempat yang menjadi pusat perkumpulan seperti mushala, toilet, ada petugas yang mengatur jumlah maksimal orang yang boleh beraktivitas di dalam,” pungkasnya.

Sebelumnya, Syafrin Liputo menyampaikan, volume kendaraan yang keluar dari Jakarta pada hari pertama cuti bersama, Rabu, (28/10) mencapai 188.981 kendaraan atau sekitar 22 persen lebih banyak dibandingkan hari sebelumnya.

“Volume kendaraan yang keluar Jakarta pada tanggal 28 Oktober 2020, mengalami peningkatan tertinggi apabila dibandingkan dengan hari sebelumnya, yaitu sebesar 22 persen atau mencapai 188.981 kendaraan per hari, yang menggunakan Jalan Tol,” ujar Syafrin kepada Wartawan, Jumat (30/10/2020).

Syafrin mengatakan, untuk layanan Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) pada tanggal yang sama, keberangkatan dari sejumlah terminal Ibukota mengalami peningkatan sekitar 680 bus. Jumlah itu meningkat sekitar 31 persen dibandingkan hari sebelumnya.

Dengan demikian jumlah kendaraan pribadi maupun angkutan umum yang keluar dari Jakarta mengalami peningkatan sejak tanggal 25 sampai dengan 28 Oktober.