PERTANIAN

6,9 Juta Ton Pupuk Subsidi Sudah Terdistribusi ke Petani

MONITOR, Jakarta – Distribusi pupuk subsidi terus dilakukan untuk mendukung Musim Tanam I Oktober 2020-Maret 2021. Sampai 21 Oktober 2020, total pupuk subsidi yang telah disaluran ke petani mencapai 6.902.343 ton.

Rinciannya, sebanyak 3.069.615 ton adalah pupuk Urea, 478.965 ton pupuk SP-36, 643.806 ton pupuk ZA, 2.249.877 ton NPK, dan 460.080 ton pupuk Organik.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan distribusi pupuk subsidi akan terus dilakukan dan dikawal. Kementan juga memperbaiki pengelolaan pupuk bersubsidi. Baik dari aspek perencanaaan melalui pengembangan aplikasi eRDKK, maupun aspek penyaluran melalui Kartu Tani.

Mentan SYL mengatakan, penyediaan pupuk subsidi dilakukan untuk mendukung pencapaian sasaran produksi komoditas pertanian.

“Pupuk hal yang penting. Pupuk itu bukan cuma masalah alami saja. Pupuk adalah bagian untuk menghadirkan ketahanan pangan, agar pertanian lebih baik. Kalau ingin menghadirkan ketahanan pangan yang baik, hadirkan pupuk yang baik,” tutur Mentan SYL.

Pernyataan tersebut diperkuat oleh komentar Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Sarwo Edhy. Menurutnya, Kementerian Pertanian selalu berusaha untuk memenuhi kebutuhan pupuk petani.

“Bahkan Kementan mengajukan usulan tambahan anggaran subsidi pupuk pada Agustus 2020 lalu untuk membantu memenuhi kebutuhan petani. Dan usulan itu disetujui dengan volume 1 juta ton, atau senilai Rp 3,14 Triliun,” katanya.

Ditegaskan Sarwo Edhy, tambahan ini sudah dialokasikan ke semua provinsi. Total pupuk subsidi yang berjumlah 8,9 ton itu pun diharapkan segera didistribusi ke lini III distributor, dan ke kios, sehingga pupuk untuk musim tanam bisa terpenuhi.

Kepala Komunikasi Korporat PT Pupuk Indonesia (Persero) Wijaya Laksana mengatakan, angka 6.902.343 ton pupuk subsidi yang sudah didistribusikan tersebut setara 78 persen dari alokasi Nasional tahun 2020, sebesar 8.900.467 ton, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian No 27 Tahun 2020.

“Kami berkomitmen untuk terus mengoptimalkan proses distribusi pupuk bersubsidi kepada petani agar tetap berjalan lancar dan sesuai dengan alokasi yang telah ditetapkan Kementerian Pertanian,” kata Wijaya.

Pupuk Indonesia mencatat, stok pupuk subsidi yang tersedia saat ini sebanyak 1,4 juta ton, terdiri dari Urea, NPK, ZA, SP-36 dan Organik. Selain itu, Perseroan pun selalu menyiapkan stok pupuk non subsidi di kios-kios resmi. Tercatat, stok pupuk non subsidi saat ini tersedia sekitar 870 ribu ton.

“Stok tersebut tersedia mulai dari lini I hingga lini III dan kios-kios pupuk resmi. Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi kebutuhan, sehingga produktivitas sektor pertanian pun dapat terjaga,” tutur Wijaya.

Recent Posts

Kemnaker Mulai Siapkan Peta Jalan Tata Kelola PRT

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mulai menyiapkan peta jalan tata kelola Pekerja Rumah Tangga…

10 jam yang lalu

Kemenhaj Perketat Pengawasan Travel Umrah

MONITOR, Jakarta - Lonjakan kasus penipuan dan penggelapan dana perjalanan ibadah kembali menjadi sorotan serius seiring…

11 jam yang lalu

Kemenag Salurkan Rp65,2 Miliar Bantuan untuk Pemulihan Pesantren Terdampak Banjir Aceh

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama (Kemenag) telah menyalurkan bantuan senilai Rp65,2 miliar untuk mendukung pemulihan…

20 jam yang lalu

ICFA 2026: Rokhmin Dahuri dorong Transformasi Akuakultur Menuju Ekonomi Biru Berkelanjutan

MONITOR, MIRI, SARAWAK - Masa depan akuakultur global tidak cukup hanya diarahkan pada peningkatan produksi…

22 jam yang lalu

Komisi XI DPR Tagih Komitmen BI Dorong Lapangan Kerja dan Ekonomi Daerah

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Marwan…

22 jam yang lalu

50 Persen Travel Umrah Tak Aktif, Kemenhaj Rombak Aturan dan Digitalisasi Perizinan

MONITOR, Jakarta — Tata kelola penyelenggaraan ibadah umrah di Tanah Air mendesak untuk dibenahi secara menyeluruh…

24 jam yang lalu