Diterjang Puting Beliung, Tiga Bangunan Ponpes Da’arul Qoriin Lebak Rusak Berat

"Beruntung, bencana alam itu tidak menimbulkan korban jiwa"

Salah satu rumah warga Depok yang hancur akibat diterjang angin puting beliung (Foto: Boy Rivalino/Monitor)

MONITOR, Lebak – Pondok Pesantren (Ponpes) Da’arul Qoriin di Desa Aweh, Kalanganyar, Kabupaten Lebak, Banten, Jumat (30/10/2020) sore, diterjang bencana angin puting beliung dan mengakibatkan tiga bangunan rusak berat.

“Beruntung, bencana alam itu tidak menimbulkan korban jiwa,” ungkap salah satu pengelola Ponpes Da’arul Qoriin, Sobari, di Lebak, Banten, Jumat (30/10/2020).

Peristiwa angin puting beliung itu terjadi sekitar pukul 16.30 WIB dan merusak tiga bangunan yakni kamar ustadz yang belum menikah, perumahan ustadz yang sudah berkeluarga dan rumah pimpinan Ponpes Da’arul Qoriin. Bahan bangunan yang jatuh di dalam rumah juga menimpa laptop dan komputer.

Selain itu, satu pohon kelapa juga roboh diterjang angin kencang itu dan menimpa sebuah motor.

Saat kejadian, Sobari mengatakan, tidak ada aktivitas santri di pondok itu karena tidak ada kegiatan belajar mengaji karena pandemi Covid-19.

“Kami berharap bangunan yang rusak berat segera dibangun kembali,” katanya.

Menurut Sobari, kerusakan akibat diterjang angin puting beliung diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

“Kami dan santri mendoakan agar fenomena La Nina tidak sampai menimbulkan bencana alam,” ujarnya.

Sementara itu, Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Rohmat, mengungkapkan bahwa selama dua pekan terakhir ini, beberapa wilayah di Lebak memang diterjang puting beliung, namun tidak ada yang sampai menimbulkan korban jiwa.

Selama ini, menurut Rohmat, cuaca ekstrem yang ditandai hujan lebat, sambaran petir dan angin kencang melanda wilayah Kabupaten Lebak.

“Kami minta warga mewaspadai angin puting beliung sebagai dampak fenomena La Nina itu,” ungkapnya.