Survei Persepsi Publik IPO; Kinerja TNI Terbaik, Polri Terburuk

MONITOR, Jakarta – Indonesia Political Opinion (IPO) merilis survei persepsi publik “Kinerja Kementerian/Lembaga dalam Satu Tahun Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf” yang digelar secara virtual pada Rabu (28/10/2020). Survei dilaksanakan pada rentang waktu 12-23 Oktober 2020.

Survei tersebut mempresentasikan berbagai persepsi mulai dari kinerja presiden dan wakil presiden, kinerja bidang pemerintahan, kinerja kementerian hingga kinerja badan atau lembaga negara.

Terkait dengan persepsi publik atas kinerja badan atau lembaga negara, IPO mencatat lembaga yang dianggap publik memiliki kinerja yang baik adalah Tentara Nasional Indonesia (TNI) dengan angka 86 persen, disusul Basarnas 84 persen, kemudian BNPB 79 persen, Mahkamah Konstitusi 74 persen dan Komnas HAM 68 persen, LIPI 65 persen.

Sementara untuk Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK yang biasa menempati urutan atas kini berdasarkan persepsi publik hanya mendapat angka 59 persen.

Hasil lainnya, ada lima teratas lembaga yang dianggap berkinerja buruk adalah Polri 78 persen, DPR 75 persen, Kejaksaan Agung 69 persen, KPU 52 persen dan DPD 51 persen.

“Lembaga yang dianggap tidak perform atau buruk, pertama Polri, ini sedih tapi ya faktanya begitu. Artinya anggapan publik, polisi justru berkinerja buruk,” ujar Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah dalam rilis survei secara daring, Rabu (28/10).

Dedi menerangkan faktor persepsi publik menilai kinerja lembaga tersebut adalah etos kerja 38 persen, menjunjung tinggi keadilan 27 persen, integritas 16 persen, empati 12 persen, dan faktor lain 7 persen.

Sebagai informasi, Survei IPO menggunakan metode purposive sampling yang dilakukan terhadap 170 orang pemuka pendapat (opinion leader) yang berasal dari peneliti Universitas, lembaga penelitian mandiri, dan asosiasi ilmuwan sosial/perguruan tinggi.

Sementara survei terhadap massa pemilih nasional dilakukan dengan metode multistage random sampling terhadap 1200 responden di seluruh wilayah proporsional Indonesia dengan margin of error dalam rentang 2,9% dengan tingkat kepercayaan 95%.