Khawatir Kasus Melonjak, Anies Anjurkan Warganya Tetap di Rumah

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (dok: CNBC)

MONITOR, Jakarta – Menjelang libur panjang, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menganjurkan agar warganya tidak bepergin ke luar kota atau daerah, dan tetap diam di rumah saja.

“Pengalaman kita di bulan Agustus, ketika ada libur panjang, maka terjadi lonjakan kasus dua minggu berikutnya. Ini juga pola sama yang kita temukan di bulan Mei. Karena itu, di akhir Oktober ini akan ada libur panjang mulai dari hari Rabu sampai dengan hari Minggu,” ungkap Anies.

Anies pun mengingatkan meski tetap di rumah, protokol kesehatan tetap dijalankan. “Jadi anjuran kami, seluruh protokol kesehatan ditaati. Karena penularan itu tidak hanya terjadi di wilayah publik. Penularan itu banyak terjadi justru di arena keluarga. Jumlah klaster keluarga itu melonjak,” tegasnya.

“Jangan karena merasa keluarga lalu masker dicopot. Karena ketemunya keluarga, rasanya aman, lalu maskernya tidak dipakai. Kalaupun pertemuan keluarga, maka pastikan masker dipakai karena pemerintah tidak mungkin mengawasi ruang-ruang keluarga di seluruh rumah. Pemerintah hanya bisa mengawasi tempat-tempat umum mulai dari tempat hiburan publik, misalnya, ragunan, ancol, restoran. Itu semua bisa diawasi,” sambungnya.

Menyinggung apakah ada pengetatan pengecekan kesehatan di pintu masuk bandara, pelabuhan, stasiun seperti pengecekan kesehatan?

“Yang pasti adalah semua tempat-tempat umum di Jakarta, kita akan lebih intensif dalam pemantauan. Jadi seperti restoran, kemudian tempat-tempat biasanya keluarga berkumpul itu lebih intensif,” jawab Anies.

Dijelaskan Anies, dalam ketentuannya kalau sekeluarga boleh bersama-sama. Kalau datang ke restoran, kalau satu keluarga boleh satu meja. Tapi kapasitas restorannya tidak boleh lebih dari 50%. Jadi jangan sampai karena satu keluarga, lalu akhirnya ketentuan 50% terlanggar. Jadi lebih disiplin.