Kartu Tani Didistribusikan Lagi untuk Petani Tabanan

Foto: Istimewa

MONITOR, Tabanan – Kartu Tani untuk petani di Kabupaten Tabanan, Bali mulai didistribusikan kembali. Pembagian kartu yang sempat macet karena terkendala Covid-19 ini, didistribusikan di tiga kecamatan di yakni, Kediri, Marga, dan Kerambitan.

Pendistribusian kartu tani kembali dilakukan setelah mendapat izin dari Satgas Covid-19 Tabanan. Hingga saat ini jumlah kartu tani yang sudah disebar sekitar 12 ribu dari total yang dialokasikan 34.678.

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, sosialisasi ini agar petani dapat mengetahui informasi tentang kartu tani dan manfaatnya.

“Kartu Tani nantinya sangat penting bagi kegiatan usahatani. Khususnya dalam penyaluran dan penerimaan pupuk bersubsidi,” ujar Mentan SYL, Senin (26/10).

Mentan SYL berharap, petani dan insan pertanian lainnya mendukung perubahan pola pendistribusian bantuan dengan Kartu Tani. Tujuannya untuk mendistribusikan pupuk bersubsidi agar tepat sasaran.

“Sekarang ada perubahan pola distribusi agar bantuan yang diberikan pemerintah lebih efektif, lebih tepat kepada pihak yang memang membutuhkan, termasuk bantuan pupuk subsidi,” tambah Mentan SYL.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edhy menegaskan, petani tidak perlu khawatir, karena distribusi pupuk subsidi tetap mengacu pada e-RDKK by name by address yang dilakukan Kementan.

Kartu tani berbasis e-RDKK berdasarkan nomor induk kependudukan (NIK) memberikan manfaat bagi pengendalian subsidi pupuk sehingga distribusi pupuk lebih terkontrol.

“Pola ini valid hingga 94%, dan tentu pendistribusian dengan Kartu Tani akan menyempurnakan pola tersebut,” jelas Sarwo Edhy.

Sarwo Edhy menyampaikan, bagi petani yang belum mendapatkan kartu tani dapat mendaftar dengan membawa fotocopy KTP dan kartu keluarga ke Ketua Poktan masing-masing untuk selanjutnya diserahkan kepada Penyuluh Pertanian di BPP setempat dan dilakukan penginputan data.

“Dipastikan pula keanggotaan petani untuk masuk di e-RDKK agar dapat menebus pupuk bersubsidi,” tambah Sarwo Edhy.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian Tabanan I Gusti Putu Wiadnyana, menegaskan pendistribusian dilakukan kembali setelah mendapat lampu hijau dari Satgas Covid-19.

Kata dia, tiga kecamatan ini sebelumnya memang sama sekali belum tersentuh kartu tani. Sehingga mulai Senin (19/10) sudah dijadwalkan pendistribusian menyasar Subak Mela di Desa Buwit, Kecamatan Kediri dengan titik pendistribusian di kantor desa. Kemudian pada Rabu (21/10) pendistribusian menyasar Subak Gadon III dan Subak Gading II di Desa Beraban, Kecamatan Kediri.

“Jadi untuk di Kecamatan Kediri dijadwalkan 13 titik pendistribusian yang akan berlangsung hingga 6 November nanti,” kata Wiadnyana.

Menurut Wiadnyana, jadwal pendistribusian hingga 6 November mendatang juga berlaku di Kecamatan Marga dan Kerambitan. Tim akan dibagi supaya pendistribusian bisa berjalan lebih cepat.

“Yang jelas nanti sistem pendistribusian mengedepankan protokol kesehatan Covid-19. Petani yang datang akan dibagi,” tambahnya.

Kendati kartu tani mulai didistribusikan dan sudah menyasar 10 kecamatan di Tabanan, belum 100 persen distribusi kartu tani tuntas. Masih ada petani yang belum dapat karena ada kartu tani yang belum terbit.

“Setelah tiga kecamatan ini tuntas pendistribusian, kami akan menyasar daerah yang belum 100 persen mendapatkan,” imbuh Wiadnyana.

Hingga saat ini kartu tani yang sudah disebar di Tabanan baru mencapai 12 ribu lebih dari total 34.678 kartu. Kartu tani ini diterbitkan karena pemerintah berencana menggunakan kartu tani di 2021. Fungsinya digunakan petani membeli pupuk agar sebaran pupuk merata.

Berdasarkan data dari Dinas Pertanian Tabanan, sebaran kartu tani di Tabanan di antaranya, Kecamatan Kerambitan sebanyak 2.330, Kecamatan Kediri sebanyak 4.046, Kecamatan Marga sebanyak 3.665.

Sementara tujuh kecamatan lain sudah mendapatkan kartu tani namun belum 100 persen. Terdiri dari Kecamatan Tabanan dari alokasi 3.400 kartu tani, yang sudah tersalurkan baru 2.065, Kecamatan Baturiti dari alokasi 3.354 yang sudah tersalurkan baru 1.821, Kecamatan Penebel dari 6.013 baru tersalurkan 2.074.

Kemudian Kecamatan Pupuan dari yang dialokasikan 4.147 baru tersalurkan 371, Kecamatan Selemadeg dari yang dialokasikan 2.066 baru tersalurkan 935, Kecamatan Selemadeg Barat dari yang dialokasikan 2.068 yang baru tersalurkan 518, dan Kecamatan Selemadeg Timur dari yang dialokasikan 3.204 sudah tersalurkan 2.831.