Wow! Pekan Kebudayaan Virtual Pertama di Indonesia Gaet 4791 Pekerja Seni

MONITOR, Jakarta – Akibat situasi pandemi, konsentrasi negara pada penanganan Covid-19 dan pemberlakuan kebijakan pembatasan sosial berpengaruh pada cara presentasi dari berbagai aktivitas kebudayaan begitu pula dengan cara publik menikmatinya.

Namun, terbatasnya pergerakan akibat pandemi Covid-19 tidak membuat geliat kebudayaan nusantara berkurang sedikitpun. Pekan Kebudayaan Nasional 2020 akan kembali digelar secara virtual pada 31 Oktober hingga 30 November 2020 mendatang dengan DKI Jakarta sebagai tuan rumah.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, acara tahunan ini akan sepenuhnya digelar secara daring mulai dari upacara pembukaan, parade kebudayaan, pameran, lomba, hingga konferensi. Semua sesi dalam Pekan Kebudayaan Nasional 2020 bisa disaksikan pada berbagai platform digital, seperti saluran televisi hingga video streaming.

Pengumuman mengenai kegiatan Pekan Kebudayaan Nasional 2020 telah diunggah di akun Instagram resmi Kemdikbud RI. Dalam unggahan tersebut, diinformasikan bahwa acara akan melibatkan 4.791 pekerja seni.

Pekerja seni tadi akan tampil dalam 27 tema konferensi, 93 pagelaran, 5 pameran, 5 kompetisi, serta 16 lokakarya yang berbeda. Hal ini akan membuat kegiatan ini menjadi pekan kebudayaan virtual pertama di dunia.

Terdapat Lomba Virtual

Selain itu, Kemdikbud RI juga mengunggah jenis-jenis lomba virtual yang akan dilombakan. Lomba terdiri atas dua tingkatan, yaitu tingkat SMP dan tingkat masyarakat umum.

Pada tingkat SMP, peserta dapat mengikuti lomba virtual egrang halang rintang, bolak balik balok, bakiak kreasi, dan kompetisi congklak virtual.

Pada tingkat masyarakat umum, peserta bisa mengikuti lomba virtual egrang kreasi gerak, lompa papancakan tertinggi, dan lomba satu menit permainan tradisional. Lomba tingkat masyarakat umum ini dapat diikuti oleh peserta dari segala usia.

Perkenalkan Ilustrasi (key visual) Unik

Hal lain yang mencuri perhatian adalah ilustrasi atau key visual pada pekan kebudayaan tahun ini. Ilustrasi ini dirancang oleh Alit Ambara, ilustrator yang juga terlibat dalam Pekan Kebudayaan Nasional 2019.

Berdasarkan akun resmi kegiatan, ilustrasi ini memiliki makna yang mendalam. Ilustrasi ini merupakan manivestasi dari penguatan masyarakat dengan kearifan lokal tradisi budaya Nusantara yang senapas dengan bumi yang dipijaknya, sehingga dapat menolak bala yang datang, dan mampu mengadopsi dalam masa pandemi melakui representasi budaya.

Digelar Untuk Memulihkan Ekonomi Kreatif

Direktur Jenderal Kebudayaan Kemdikbud RI Hilmar Farid memiliki alasan khusus untuk tetap menggelar Pekan Kebudayaan Nasional 2020. Dirinya menyatakan kalau pemerintah mengadakan acara ini semata-mata demi pemulihan sektor budaya dan ekonomi kreatif masyarakat.

“Karena Kita tahu persis, selama ini banyak kegiatan terhenti, tertunda bahkan batal dan pengaruhnya itu secara ekonomi bagi masing-masing pengelola juga tidak kecil. Dengan adanya regulasi harapannya pelan-pelan bisa pulih sektor-sektor di bidang kebudayaan dan ekonomi kreatif,” kata Hilmar.