Program Kartu Tani Mulai Digulirkan di Enrekang

Kartu Tani Kementan

MONITOR, Enrekang – Para Petani di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan (Sulsel) sekarang semakin dimudahkan dalam mendapatkan pupuk bersubsidi. Pasalnya, Kementerian Pertanian (Kementan) bersama BRI mulai membagikan Kartu Tani untuk petani.

Terbaru, dilakukan pembagian Kartu Tani bagi anggota Kelompok Tani yang ada di Desa Pasui. Pembagian kartu ini dilakukan oleh Bank Rakyat Indonesia di Kantor Desa Pasui digelar Jumat 23 Oktober 2020. Desa pasui ini memiliki 13 Kelompok Tani dan 5 Kelompok Tani Wanita. Jumlah keseluruhan anggotanya 260 Orang.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) menjelaskan, pada dasarnya kartu tani merupakan kartu debit seperti ATM dan bisa digunakan para petani untuk berbagai kebutuhan dan memenuhi keperluan pertaniannya.

“Keberadaan kartu tani diharapkan membawa dampak yang positif bagi semua kalangan. Tidak hanya bagi pemerintah dan pihak terkait saja, melainkan yang paling penting adalah manfaat bagi para petani,” ujar Mentan SYL, Sabtu (24/10).

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy menjelaskan, dengan memiliki Kartu Tani, petani mendapat kepastian dalam memperoleh pupuk bersubsidi.

“Dengan adanya kartu tani, nantinya para petani dapat menggunakannya dalam membeli pupuk bersubsidi. Langkah seperti ini juga efektif dalam menyalurkan pupuk bersubsidi tepat sasaran,” jelas Sarwo Edhy.

Dengan menggunakan kartu tani, para petani pun dapat mengajukan kredit usaha di lembaga perbankan dan keuangan yang telah ditunjuk oleh pemerintah. Kartu tani ini pun digunakan untuk memverifikasi data para petani ketika melakukan pengajuan pinjaman kredit usaha.

“Dengan demikian, semua proses akan berjalan lancar karena data-data yang ada langsung masuk ke kartu tani tersebut,” jelasnya.

Tidak hanya itu, lanjut Sarwo Edhy, manfaat kartu tani yang bisa dirasakan oleh para petani ialah kemudahan dalam mendapatkan bantuan sosial maupun subsidi. Terutama untuk bidang pertanian dan beberapa program nasional kementerian terkait.

“Contohnya saja program bantuan sosial Kementerian Keuangan, Kementerian Koperasi dan Kementerian Pertanian yang memiliki andil besar dalam memajukan dan memfasilitasi kebutuhan petani di Indonesia,” terang Sarwo Edhy.

Menurut Kepala Desa Pasui, Abdul Jasim Ishaq mengatakan, Kartu Tani merupakan sarana akses layanan perbankan yang terintegrasi (simpanan, transaksi, penyaluran pinjaman), juga berfungsi sebagai kartu subsidi.

“Kartu Tani diperlukan petani untuk membantu produksi pertaniannya pada komoditas padi, jagung, dan tanaman lain,” ujarnya.

Pihak BRI juga bekerja sama dengan penyedia pupuk untuk penyediaan pupuk bersubsidi yang dapat dibayarkan secara non-tunai melalui Kartu Tani. Dengan demikian, pencatatan alokasi pupuk dan pembayarannya dapat dilakukan dengan lebih baik.

Kartu Tani yang dibagikan kepada masing masing petani dapat dipastikan kevalidan dan keamanannya. Sebelum perbankan melakukan verifikasi data melalui sistem perbankan. Kartu Tani dibagikan dengan menyerahkan KTP dan KK penerima sehingga kevalidan data sesuai dengan pemilik Kartu Tani.

“Selain itu, Kartu Tani juga berfungsi sebagai identitas diri petani, sarana menabung, serta salah satu syarat untuk mendapatkan pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) guna pembiayaan pertanian,” tandasnya.