Landak Dapat 114 Unit Bantuan Alsintan dari Kementan

Kementan memberikan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa 4 unit traktor roda 4.

MONITOR, Landak – Sejumlah kelompok tani (Poktan) di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat (Kalbar) mendapat bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan). Bantuan dari Kementerian Pertanian (Kementan) sebanyak 114 unit ini diserahkan Pemerintah Kabupaten di pendopo Wakil Bupati Landak.

Adapun bantuan berupa 6 jenis alsintan yakni Traktor 8 unit, Traktor roda 2 sebanyak 30 unit, Rice Transplanter 6 unit, Cultivator 20 unit, Hand Sprayer Elektrik 30 unit, Mesin Pompa Air 30 unit.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, berbagai langkah ditempuh Kementan untuk menjadikan pertanian maju, mandiri, dan modern. Salah satunya dengan mekanisasi pertanian di berbagai daerah.

“Saya merespon positif terhadap optimalisasi Alsintan sebagai langkah dalam mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan modern,” ujar Mentan SYL, Sabtu (24/10).

Menteri SYL menjelaskan, penggunaan teknologi diharapkan mampu meningkatkan produksi padi pada tahun-tahun mendatang. Tidak hanya itu, diupayakan produk pertanian Indonesia bisa berorientasi ekspor.

“Dengan teknologi, saya berharap tidak mendengar adanya penurunan produksi. Gunakanlah alat canggih yang ada supaya kita bisa ekspor. Kita harus serius dalam mengurus pertanian ini,” tutur Mentan SYL.

Sementara, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy mengatakan, level mekanisasi pertanian Indonesia terus meningkat dengan adanya bantuan Alsintan secara besar-besaran untuk para petani sejak akhir tahun 2014.

“Yang biasa panen sekali, kini bisa menjadi dua kali. Yang biasanya dua kali, sekarang menjadi tiga kali dengan memanfaatkan Alsintan,” kata Sarwo Edhy.

Pengertian level mekanisasi pertanian adalah penggunaan daya Alsintan terhadap luas areal yang tercover oleh Alsintan. Menurutnya, Alsintan ini berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan petani. Selain itu, tingkat produksi tanaman pangan Indonesia juga terus meningkat.

“Bantuan Alsintan mampu menekan biaya operasional 35% hingga 48% dalam produksi petani. Dulu, tanpa kemajuan mekanisasi ini, petani bisa membajak sawahnya satu hektare berhari-hari. Tapi sekarang ini cukup dua hingga tiga jam saja,” katanya.

Wakil Bupati Landak Herculanus Heriadi berharap kepada kelompok tani untuk dapat memanfaatkan alsintan yang telah diserahkan ini menjadi alat pendukung dalam meningkatkan hasil produksi pertanian.

“Kita berharap dengan adanya bantuan ini, pertanian kita semakin meningkat dan maju terlebih dalam masa pandemi ini pangan kita tetap terjaga,” kata Harculanus Heriadi.

Kegiatan acara serah terima bantuan yang dilakukan di pendopo Wakil Bupati Landak ini dihadiri oleh Anggota DPR RI Maria Lestari, Ketua DPRD Landak, Sekretaris Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Landak, Anggota DPRD Landak Fraksi PDI Perjuangan, serta 54 ketua kelompok tani di Kabupaten Landak.

“Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Kabupaten Landak tentunya tidak akan diam dalam hal ini, lewat aspirasi para legislator Kabupaten, Provinsi dan DPR RI. Karena semua ini kita lakukan untuk mewujudkan Kabupaten Landak yang Mandiri, Maju dan Sejahtera serta swasembada pangan di Kabupaten Landak,” tuturnya.

Penyaluran secara simbolis ini diberikan kepada 4 kelompok tani dari 54 total keseluruhan. Yaitu meliputi Mias Mandiri, Usaha Maju, Batuah Sidi, Semahung Raya I. Sementara itu jumlah alsintan yang diserahkan dalam acara tersebut sebanyak 114 unit.