Satu Tahun Jokowi-Ma’ruf, PDIP: Menteri Harus Fokus pada Ruang Lingkupnya

“Sebab menteri adalah sosok yang seharusnya memahami hal ikhwal kementerian yang dipimpinnya”

Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto (tengah), usai menyerahkan daftar pengurus daerah ke KPU RI, Jakarta, Selasa (4/8/2020).

MONITOR, Jakarta – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, mengungkapkan bahwa satu tahun Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin diwarnai oleh tantangan yang praktis tidak pernah dibayangkan sebelumnya, yakni pandemi Covid-19.

“Dalam tantangan yang tidak ringan tersebut, konsolidasi politik dan pemerintahan merupakan modal terpenting. Krisis harus dihadapi dengan komunikasi politik yang handal, kemampuan membangun harapan dan perlunya memercepat gerak dan laju perekonomian untuk rakyat,” ungkapnya dalam keterangan tertulis, Jakarta, Selasa (20/10/2020).

Menurut Hasto, PDIP menyadari beratnya tantangan yang dihadapi Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf. Oleh karena itu, Hasto menegaskan, koordinasi, kerja sama dan kemampuan melakukan komunikasi publik bagi seluruh jajaran kabinet bersifat wajib.

“Menteri harus fokus pada ruang lingkupnya. Hal-hal yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak seperti stabilitas harga kebutuhan pokok rakyat dan upaya menciptakan lapangan kerja bagi rakyat melalui padat karya berbasis tunai terus dikedepankan,” ujarnya.

“Pada saat bersamaan, peningkatan daya tahan rakyat di dalam menghadapi Covid-19 melalui asupan gizi, protein dan vitamin yang cukup, harus dilakukan melalui kerja gotong royong seluruh jajaran pemerintahan, pusat hingga daerah,” kata Hasto melanjutkan.

PDIP, lanjut Hasto, juga menegaskan bahwa menteri adalah pembantu presiden.

“Menteri harus berani mengambil terobosan. Sebab menteri adalah sosok yang seharusnya memahami hal ikhwal kementerian yang dipimpinnya. Totalitas jajaran kabinet sangat penting,” ungkapnya.

Karena itulah, Hasto menilai, ketika ada indikasi menteri yang terlalu berimajinasi pada kontestasi Pemilu 2024 dan melupakan tugas dan tanggung jawab utamanya sebagai pembantu presiden, sebaiknya segera menghentikan seluruh gerak pencitraannya dan menempatkan kejar prestasi sebagai bagian budaya kerja.

“Sebab soliditas dan daya juang para menteri di tengah pandemi ini sangat penting,” ujarnya.

Hasto menyampaikan, PDIP terus mendorong kerja sama dengan seluruh partai politik pengusung pemerintah baik di pusat, daerah dan juga dukungan dari seluruh basis akar rumput partai.

“Kerja sama politik juga dikedepankan dengan membangun dialog dengan seluruh elemen masyarakat. Kunci menghadapi krisis akibat pandemi adalah dialog, gotong royong dan ciptakan kondisi politik yang stabil. Mereka yang memancing di air keruh daam situasi pandemi ini, akan berhadapan dengan kekuatan rakyat,” katanya.