SOSIAL

Jasma, Komunitas yang Tanggap dalam Setiap Bencana

MONITOR, Jakarta – Jaringan Alumni SMA (Jasma) se-Indonesia, suatu komunitas yang turut membantu masyarakat ketika terjadi bencana melanda wilayah Tanah Air, membagikan kebutuhan bahan pokok untuk warga terdampak bencana. 

Wakil Ketua Jasma, Beben Benyamin mengatakan, komunitas tersebut mulai terbentuk sejak akhir tahun 2018. Motivasi mereka tergerak membentuk komunitas ini ialah meringankan beban dari masyarakat terdampak bencana.  

“Terbentuk kegiatan sosial Jasma hanya spontanitas anggota yang merasa peduli dengan beberapa kejadian atau bencana,” kata Beben Benyamin melalui pesan tertulis, Senin (19/10/20).

Mereka tercatat sudah beberapa kali berkontribusi dalam penanganan bencana yang menerjang sejumlah wilayah Indonesia. Di antaranya bencana tsunami yang menerjang pantai di sekitar Selat Sunda tahun 2018. 

Terbaru, mereka ikut membantu masyarakat di sejumlah wilayah Jakarta yang kehilangan pekerjaan, akibat pandemi Covid-19 melanda Indonesia sejak bulan Maret 2020. 

“Untuk kegiatan sosial tergantung keadaan. Seperti tsunami di Pantai Carita Banten, banjir di Jakarta dan beberapa kejadian kebakaran. Serta Pembatasan Sosial Berskala Besar di Jakarta,” jelas Beben. 

Proses penyaluran bantuan bencana yang mereka lakukan terbilang cepat, karena langsung turun ke lapangan dan berkoordinasi dengan pihak terkait.

“Persiapan kita hanya dari anggota saja dan kita langsung ke titik sasaran. Dengan berkoordinasi para petugas atau aparat setempat. Penerimamya tentu saja masyarakat yang terdampak bencana,” imbuhnya. 

Mereka memberikan sejumlah bahan kebutuhan pokok untuk para pengungsi. Selain itu, mereka juga mendonasikan alat pelindung diri (APD) untuk para tenaga kesehatan.

“Biasanya sembako isi beras, mi, minyak, gula dan makanan ringan. Terbaru kegiatan Jasma membagikan sembako kepada masyarakat dan APD untuk tenaga kesehatan dalam masa pandemi ini,” tutur Beben.  

Dalam waktu dekat, mereka belum merencanakan kegiatan sosial yang akan dikerjakan. Tentu harapannya ke depan mereka konsisten berkontribusi membantu masyarakat di tengah bencana. 

“Untuk waktu dekat belum ada rencana (kegiatan) karena proposal kegiatan kita di Pemprov DKI sementara ditunda dulu, sampai situasi Jakarta membaik. Harapan kita, Jasma dapat berbuat untuk masyarakat,” tandasnya. 

Adapun anggota aktif Komunitas Jasma berjumlah ratusan orang. Mereka aktif berkomunikasi melalui wadah grup media sosial. Meski ketika diresmikan jumlah mereka jauh lebih banyak. 

“Waktu pertama kali deklarasi Jasma ada kurang lebih 2.000 orang, tapi yang aktif berkomunikasi tinggal beberapa ratus saja. Kita mempunyai kesamaan dalam pemikiran dan pergaulan sehari hari,” cetusnya.

Recent Posts

Menteri Agama Ajak Masyarakat Jabodetabek Hadiri Doa Kebangsaan 1 Agustus di Monas

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak masyarakat, khususnya di wilayah Jabodetabek, untuk menghadiri…

2 jam yang lalu

Pembangunan Rumah Ke-1 Type 36 Semi Permanen TMMD Ke-129 Kodim 1807 Capai 68 Persen

MONITOR, Sorong Selatan – Pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 TA 2026 Kodim…

2 jam yang lalu

Kemenperin Tumbuhkan Wirausaha Baru Industri di Kawasan Transmigrasi

MONITOR, Kementerian Perindustrian proaktif mendukung pengentasan kemiskinan melalui pengembangan industri kecil dan menengah (IKM) berbasis…

3 jam yang lalu

Perputaran Dana Judol Turun, Waka Komisi I DPR Dorong Penanganan Makin Disiplin

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi I DPR, Sukamta menyambut baik tren penurunan perputaran dana…

4 jam yang lalu

Kemenperin dan UNIDO Percepat Transformasi Kawasan Industri Hijau

MONITOR, Jakarta - Kawasan industri kini tidak lagi dinilai hanya dari kelengkapan infrastruktur atau kemudahan…

9 jam yang lalu

Menaker: Dialog Sosial Jadi Kunci Penyelesaian Isu Ketenagakerjaan

MONITOR, Jakarta – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan dialog sosial merupakan kunci dalam menyelesaikan berbagai…

12 jam yang lalu