Kader PDIP Diminta Tak Puas Diri dengan Kemenangan Dua Kali Berturut-turut

"Ibu Megawati berpesan agar Pancasila terus dibumikan dalam seluruh aspek kehidupan“

Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, saat memimpin upacara perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-75 di Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (17/8/2020). (Dok. Humas PDIP)

MONITOR, Jakarta – Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, meminta kepada seluruh kadernya untuk tidak terlena dan berpuas diri dengan kemenangan dua kali berturut-turut di Pemilu 2014 dan 2019 lalu.

Hasto mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini menghadapi tantangan ideologi yang berat di tengah tantangan kehidupan berbangsa dan bernegara yang tidak ringan akibat pandemi Covid-19.

“Ibu Megawati berpesan agar Pancasila terus dibumikan dalam seluruh aspek kehidupan. Justru di tengah pandemi Covid, kita tidak boleh terlena. Tantangan ideologi kita semakin berat tapi disitulah konsolidasi diperlukan,” ungkapnya mengutip pesan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri saat memberikan pengarahan pada rapat koordinasi bidang ideologi dan kaderisasi yang dilakukan secara virtual di Jakarta, Minggu (18/10/2020).

Dalam menghadapi pandemi tersebut, menurut Hasto, Pancasila dengan spirit gotong royong nampak sebagai inspirasi dalam seluruh kerja kepartaian untuk rakyat.

“Anggota dan kader partai tidak boleh berpuas diri dengan kemenangan dua kali pemilu berturut-turut apalagi di tengah tantangan ideologis dan juga tantangan kehidupan berbangsa dan bernegara yang tidak ringan akibat pandemi Covid,” ujarnya.

Narasumber lain dalam rapat itu antara lain Ketua DPP PDIP bidang ideologi dan kaderisasi Djarot Saiful Hidayat, Ketua DPP PDIP bidang kesehatan, perempuan dan anak Sri Rahayu serta Kepala Badiklat Pusat PDIP Daryatmo Mardiyanto.

Hasto mengatakan, PDIP mencermati realitas sosial dari aspek ideologi. Sehingga persoalan ideologi dan kaderisasi menjadi penting dan kantor partai menjadi pusat pergerakan menjawab sejumlah serangan klasik yang ditujukan kepada PDIP.

“Serangan itu tak menyurutkan langkah perjuangan. Kemenangan dua kali pemilu hasil kerja keras namun tidak bisa terlena dengan hasil survei saat ini yang masih menempatkan PDIP di peringkat teratas. Karena hasil survei bisa berubah. Yang paling tepat dilakukan adalah dengan memperkuat konsolidasi, turun ke bawah dan lakukan hal yang konkrit di tengah masyarakat yang sedang sulit karena pandemi Covid,” katanya.

Hasto mengungkapkan, ideologi Pancasila sebagaimana diajarkan Presiden RI Pertama sekaligus Proklamator RI Soekarno atau Bung Karno harus jadi inti dari pergerakan partai.

“Ajaran Bung Karno menjadi inspirasi. Ideologi tidak hanya sebagai dasar tapi ideologi jadi direction menuju ke depan, ideologi adalah cita-cita dan bingkai berjuang tanpa kenal lelah, ideologi menjadi motivasi untuk menguasai iptek,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Hasto juga mengingatkan agar Trilogi Bung Karno harus dipahami dan dimiliki.

“Kita harus memiliki semangat nasional, kemauan nasional yang menghasilkan perbuatan nasional,” ujarnya.

Hasto menggarisbawahi bahwa PDIP harus solid menghadapi berbagai tantangan yang ada saat ini. Ajaran ideologi Pancasila harus terus menerus disampaikan dan menjadi arah untuk melangkah ke depan.

“Tantangan dan ujian akan semakin memperkuat tekad untuk tak kenal menyerah,” katanya.

Di acara yang sama, Ketua DPP PDIP bidang ideologi dan kaderisasi Djarot Saiful Hidayat, menambahkan bahwa saat ini sedang terjadi pertarungan ideologis, sehingga bidang ideologi dan kaderisasi mempunyai tanggung jawab yang berat.

“Kelangsungan partai sejauh mana mampu mendidik dan mengajarkan ideologi Pancasila sebagai landasan berpikir, bertindak dan berprilaku. Kita tak membangun istana pasir di pantai. Kita tak kejar elektoral semata,” ungkapnya.