Program Bantuan Kuota Internet Diharapkan Berlanjut di 2021

MONITOR, Jakarta – Peneliti Utama Arus Survei Indonesia, Budy Sugandi, mengatakan bahwa lantaran dinilai positif oleh publik, program kuota internet gratis perlu dilanjutkan.

“Hasil survei kami, sebanyak 80,5% masyarakat ingin supaya program bantuan kuota internet ini perlu dilanjutkan di tahun 2021, sementara yang tidak ingin dilanjutkan 13,9%. Sisanya 5,6% mengaku tidak tahu/tidak jawab,” kata Budy Sugandi, Jum’at (16/10) dalam pemaparan hasil survei.

Menurut Budy, memang pembelajaran online berbasis internet bukanlah pembelajaran ideal terutama ketika melihat keadaan sosial siswa saat ini. Tapi inilah yang disebut proses belajar “the best among the worst”.

“Pembelajaran dari memang bukan yang ideal. Tapi inilah yang disebut proses belajar “the best among the worst”,” tambahnya.

Sementara itu, Achmad Adhitya Ph. D. (Vice Chairman IDST of The Habibie Center) melihat keadaan seperti ini–di era pandemi dengan model pembelajaran daring–maka internet hukumnya seperti “Sunnah Muakkad”.

“Internet sangat penting saat ini. Hukumnya bahkan seperti sunnah muakkad,” kata Achmad Adhitya, yang juga jadi narasumber dalam rilis survei nasional lembaga Arus Survei Indonesia.

Senagai informasi, survei ini dilaksanakan pada 7 – 11 Oktober 2020 di 34 provinsi di Indonesia dengan cara telesurvei, yaitu responden diwawancara melalui kontak telepon menggunakan kuesioner. Metode penarikan sampel Multistage Random Sampling. Jumlah responden 1000 responden  dengan margin of error +/- 3.1% pada tingkat kepercayaan 95%.