Megawati Minta BMI Miliki Outward Looking dan Bangun Optimisme

“Ruang politik itu dinamis dan diharapkan bisa menyentuh hal-hal elementer menyangkut hidup”

Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, bersama Ketua DPP PDIP Bidang Politik Puan Maharani di acara pengumuman cakada gelombang IV yang digelar virtual, Jakarta, Jumat (28/8/2020). (MONITOR/Deni Muhtarudin)

MONITOR, Jakarta – Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, berpesan kepada organisasi sayap partainya yakni Banteng Muda Indonesia (BMI), untuk memiliki pandangan keluar (outward looking) dan kepeloporan serta selalu membangun optimisme apalagi di tengah pandemi Covid-19.

Hal itu diungkapkan Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, saat menyampaikan pesan Megawati sekaligus memberikan paparan di rapat DPP PDIP yang dilakukan secara daring dan dihadiri secara khusus oleh seluruh pengurus BMI se-Indonesia, Jakarta, Jumat (16/10/2020).

“Ruang politik itu dinamis dan diharapkan bisa menyentuh hal-hal elementer menyangkut hidup dan kehidupan serta menguasai ilmu pengetahuan. Itulah harapan yang disampaikan Ibu Megawati. Bahwa politik menyebar kebaikan. Politik itu terlihat aktif dalam kehidupan rakyat seperti gerakan menanam pohon. Disitulah politik begitu membumi dan hadir guna mencerdaskan kehidupan bangsa,” ungkapnya.

Hasto mengatakan, kepeloporan anak muda yang bergabung di BMI yang berasal dari berbagai latar belakang diharapkan dapat meningkatkan harkat kemanusiaan.

Kepada BMI, menurut Hasto, Megawati juga mengingatkan bahwa sebagai pemenang dua kali pemilu legislatif, segala sesuatunya itu membutuhkan konsolidasi dan tantangan sekarang lebih berat karena pandemi Covid-19.

“Ibu Megawati mengingatkan pandemi Covid ini belum tahu kapan berakhir. Sementara implikasinya khususnya sektor perekonomian sangat terasa. PDIP termasuk BMI komit hadir di tengah rakyat sehingga harus aktif turun ke bawah,” ujarnya.

Mengingat peran Indonesia pada 1955 melalui Konferensi Asia Afrika (KAA), Hasto berharap, BMI harus memiliki pandangan geopolitik dan memiliki outward looking. 

“Indonesia itu luas dan besar. Kita negara kepulauan terbesar di dunia,” katanya.

Turut hadir dalam rapat itu antara lain Wasekjen PDIP Utut Adiyanto dan Sadarestuwati, Ketua DPP PDIP bidang keanggotaan dan organisasi Sukur Nababan, Ketua DPP PDIP bidang pemuda Eriko Sotarduga, Ketua DPP PDIP bidang kesehatan, perempuan dan anak Sri Rahayu dan Sekjen DPP BMI Anthoni Wijaya.

Selepas wafatnya Ketua Umum BMI Nazaruddin Kiemas tahun lalu, Eriko Sotarduga, mengungkapkan bahwa ke depan perlu reorganisasi dan regenerasi yang bisa dilakukan melalui Munas BMI secara virtual.

“Supaya BMI mengarah lebih baik dan bergerak cepat ke depan, serta keanggotaannya terus diperkuat. DPP PDIP memberi dukungan pelaksanaan agenda itu dengan arahan dari Ibu Ketua Umum,” ungkapnya.

Sebagai sayap partai, Wasekjen PDIP Utut Adianto, pun turut mendorong BMI untuk merekrut kaum muda.

Sementara Sukur Nababan menambahkan bahwa sebagai sayap partai, BMI berperan melebarkan partai dengan cara pengurus dan kader BMI agar semakin proaktif mengenalkan PDIP ke masyarakat dan melahirkan berbagai program.

“Peran BMI diharapkan menggarap struktur dan elemen masyarakat yang belum tersentuh partai. BMI bisa menjadi laboratorium awal sebelum masuk partai,” ujarnya.

Setelah mendengarkan pengurus BMI dari sejumlah daerah, Hasto mengingatkan bahwa konsolidasi memang penting dan tak boleh terlena dan berpuas diri.

“DPP PDIP sepakat agar BMI mengepak sayap mendekati segmen orang muda dengan sentuhan BMI yang memiliki nasionalisme,” katanya.

Hasto menutup arahannya dengan mengatakan penjaringan dan penyaringan calon pengurus BMI di tingkat pusat dan daerah akan segera dimulai.