Ini Penilaian Publik terkait Bantuan Kuota Internet Kemendikbud

Hasil Survei Nasional “Bantuan Kuota Internet: Antara Polemik dan Persepsi Publik” Arus Survei Indonesia (ASI)

MONITOR, Jakarta – Program Pusat Data dan Informasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Pusdatin Kemendikbud RI) terkait bantuan kuota internet gratis mendapat respon positif dari publik. Data survei menunjukkan, sebanyak 84,7% publik menilai bahwa program bantuan internet gratis merupakan langkah tepat dalam menjawab sense of crisis di tengah wabah korona (Covid19), sementara 13,7% tidak. Sisanya 1,6% mengaku tidak tahu/tidak jawab.

“Sebanyak 84,7% publik menilai bahwa program bantuan internet gratis merupakan langkah tepat dalam menjawab sense of crisis di tengah wabah korona (Covid19),” demikian seperti dipaparkan Direktur Eksekutif Ali Rif’an dalam rilis survei virtual yang ditayangkan langsung di Youtube Arus Survei Indonesia, Jum’at (16/10/2020).

Survei ini dilaksanakan pada 7 – 11 Oktober 2020 di 34 provinsi di Indonesia dengan cara telesurvei, yaitu responden diwawancara melalui kontak telepon menggunakan kuesioner. Metode penarikan sampel Multistage Random Sampling. Jumlah responden 1000 responden  dengan margin of error +/- 3.1% pada tingkat kepercayaan 95%.

Ali Rif’an juga menjelaskan bahwa dalam temuan surveinya, ada sejumlah masukan publik terkait program kuota internet gratis antara lain yakni: memperbaiki signal internet tidak stabil (23,8%), askes internet yang terbatas (16,0%), pembagian bantuan yang harus lebih merata (13,3%), jumlah kuota internet minim/kecil (9,3%), perlunya pengawasan (5,1%), dan lainnya.

“Ada banyak masukan publik terkait program kuota internet gratis, seperti sinyal tidak stabil, belum merata, pengawasan, dan lainnya. Karenanya, kita berharap pihak-pihak terkait seperti Kementerian Komunikasi dan Informatika serta peruhasaan-perusahaan provider secara maksimal mensukseskan program ini,” katanya.