Massa demo membakar fasilitas publik Halte Busway TransJakarta Bundaran Hotel Indonesia (dok; istimewa)
MONITOR, Jakarta – Massa aksi demo menolak UU Cipta Kerja berlangsung beringas dan anarkis. Mereka merusak fasilitas umum seperti membakar sejumlah halte TransJakarta berada di Jalan Thamrin di sekitaran Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat.
Salah satu halte Transjakarta yang dibakar yakni halte TransJakarta yang berada di kawasan Sarinah. Api dan kepulan asap tampak terlihat dilokasi sementara para pendemo tampaj terlihat hilir mudik dilokasi terbakarnya halte. Seperti diketahui dampak ada demo yang berpotensi terjadinya kerusuhan, PT Transjakarta menghentikan seluruh operasional busnya.
Seluruh operasional koridor dan nonkoridor, layanan petugas kesehatan, layanan khusus bantuan sosial bagi warga dan mikrotrans dihentikan sementara.
Kepala Divisi Sekretaris Korporasi dan Humas PT Transportasi Jakarta Nadia Diposanjoyo mengatakan, penghentian operasional tersebut untuk mengantisipasi keamanan pengguna setelah adanya kerusuhan demonstrasi tolak pengesahan omnibus law RUU Cipta Kerja.
Katanya, sehubungan dengan semakin memanasnya situasi demonstrasi hari ini, Transjakarta memberhentikan seluruh layananya mulai pukul 16.30 WIB sore ini.
“Langkah tersebut diambil sebagai antisipasi untuk menjaga keamanan seluruh pelanggan, petugas layanan dan asset milik operator yang melakukan tugas mengantarkan warga DKI,” pungkasnya.
MONITOR, Jakarta - Ketua Komisi III DPR RI, Habiburrohman, menyatakan bahwa arus mudik tahun ini…
MONITOR, Jakarta - Kabar baik datang bagi Timnas Indonesia. Dua pertandingan yang telah dilalui di…
MONITOR - Analis Sosial Politik dan Komunikasi Kebijakan Publik Syukron Jamal mendukung dan mengapresiasi gerak…
MONITOR, Jakarta - Usulan penghapusan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) yang diusulkan oleh Kementerian Hak…
MONITOR, Jakarta - Pada hari Rabu, 02 April 2025 atau H+1 Idulfitri 1446H, Jasamarga Metropolitan…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pengendalian penyakit mulut dan kuku (PMK) tetap optimal…